internasional

Daftar Peristiwa Penting Sepanjang 100 Hari Operasi Badai Al Aqsa di Palestina

Senin, 15 Januari 2024 | 19:38 WIB
Berikut daftar peristiwa penting dalam 100 hari operasi Badai Al Aqsa yang dilakukan para pejuang Palestina. (t.me/qassambrigades)

SENAYANPOST - 100 hari agresi Israel ke Palestina, belum ada tanda-tanda negara Zionis itu untuk berhenti menggempur Gaza.

Sebagaimana diketahui, 7 Oktober 2023 merupakan awal mula dari Operasi Badai Al Aqsa yang dilancarkan pasukan pejuang Palestina.

Di saat yang bersamaan, terjadi juga tragedi penembakan massal di Festival Musik Nova. Israel menuduh Hamas yang jadi dalangnya.

Berikut ini daftar peristiwa penting dalam 100 hari operasi Badai Al Aqsa di Palestina sebagaiman dirangkum SenayanPost.com dari Quds News Network.

Baca Juga: Profil Yahya Sinwar, Salah Satu Pimpinan Hamas di Balik Operasi Badai Al Aqsa 

7 Oktober 2023
Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, melakukan serangan bersejarah terhadap situs militer Israel dan permukiman di sekitar Jalur Gaza.

Mereka merebut kendali selama berjam-jam, mengakibatkan kematian 1.200 warga Israel, penangkapan 240 tahanan, dan pengangkutan mereka ke Gaza, menurut statistik Israel.

Sebagai tanggapan, pemerintah Israel menyatakan keadaan perang, memulai serangan udara balasan di Jalur Gaza yang berpenduduk padat, di samping penerapan blokade komprehensif, yang mempengaruhi pasokan air, makanan, dan listrik.

8 Oktober
Hizbullah di Lebanon memulai penembakan lintas batas terhadap posisi Israel, yang bertujuan untuk mendukung perlawanan Gaza dan mengalihkan perhatian pasukan Israel.

13 Oktober
Pemerintah Israel mengeluarkan perintah evakuasi kepada lebih dari satu juta penduduk Kota Gaza, memerintahkan mereka untuk pindah ke selatan sebagai persiapan operasi darat di wilayah utara Gaza.

Namun, pasukan Israel terus menembaki daerah-daerah yang dievakuasi, sehingga tidak ada tempat berlindung yang aman di Gaza.

17 Oktober
Serangan udara Israel menargetkan Rumah Sakit Baptis Arab di Kota Gaza, menewaskan ratusan warga sipil tak berdosa, termasuk anak-anak, dan kemudian menyebabkan kemarahan di dunia Arab.

Rumah sakit, yang menampung ratusan pengungsi, menjadi simbol krisis kemanusiaan.

Insiden ini membayangi kunjungan Presiden AS Joe Biden ke wilayah tersebut keesokan harinya, yang menyebabkan pembatalan pertemuan puncak yang dijadwalkan dengan beberapa pemimpin Arab.

Halaman:

Tags

Terkini