Baca Juga: Jadwal Contra Flow Libur Natal dan Tahun Baru, Berlaku 22 Desember hingga 2 Januari 2024
Serangan terbaru ini terjadi ketika Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengecam Iran karena mendukung Houthi dan kelompok bersenjata lainnya.
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di surat kabar Sunday Telegraph, Cameron mengatakan bahwa Teheran telah menjadi 'pengaruh yang sangat jahat di kawasan ini dan di dunia'.
"Ada Houthi, Hizbullah, milisi yang didukung Iran di Irak yang sebenarnya telah menyerang pangkalan dan pasukan Inggris dan Amerika. Dan, tentu saja, Hamas," kata David Cameron.
"Jadi Anda punya semua proksi ini, dan saya pikir sangat penting bahwa, pertama-tama, Iran menerima pesan yang sangat jelas bahwa eskalasi ini tidak akan ditoleransi," lanjutnya.
Baca Juga: Tiga Warga Israel yang Jadi Tahanan Hamas Dipastikan Tewas, Abu Ubaidah Sebut Benjamin Netanyahu
Pernyataan Cameron ini menyusul klaim Gedung Putih AS bahwa Iran 'sangat terlibat' dalam serangan pemberontak Houthi terhadap kapal komersial di Laut Merah.
Teheran mengakui mendukung kelompok Houthi secara politik tetapi membantah mempersenjatai kelompok tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Ali Bagheri pada hari Sabtu menepis tuduhan bahwa Teheran telah memberikan senjata dan intelijen kepada Houthi, dengan mengatakan bahwa kelompok pemberontak tersebut memiliki 'alatnya sendiri' dan bertindak 'sesuai dengan keputusan dan kemampuannya sendiri'.***