internasional

Israel Bakal Negosiasi dengan Hamas soal Sandera Usai Demonstrasi Besar-besaran di Tel Aviv

Senin, 18 Desember 2023 | 12:43 WIB
Penjajah Israel kabarnya akan membuka negosiasi dengan Hamas usai insiden penembakan dan demonstrasi besar-besaran di Tel Aviv. (Telegram.com/qassambriigades)

SENAYANPOST - Penjajah Israel akan menemui jalan terjal di mana 110 warganya masih menjadi sandera Hamas.

Dalam sebuah laporan, Israel memberikan sinyal hijau untuk kembali ke meja negosiasi pertukaran sandera dengan Hamas seusai tiga warganya menjadi korban salah tembak IDF (Israel Defense Force).

Sementara itu, Hamas meminta agar penjajah Israel untuk menghentikan kebrutalannya di Gaza jika ingin warganya kembali dengan selamat.

Kan News, mengutip para pejabat Mesir, melaporkan bahwa para pejabat Mesir dan Qatar menawarkan kesepakatan baru kepada Hamas dalam beberapa hari terakhir, yang akan membebaskan para pria lanjut usia dan orang sakit serta sisa wanita dan anak-anak dengan imbalan pembebasan para tahanan senior Palestina.

Baca Juga: 72 Hari Perang di Gaza, Hamas Sebut Penjajah Israel Hanya Miliki Tiga Pilihan

Tidak jelas apakah tawaran itu dibuat setelah berkonsultasi dengan Israel. Kan mengatakan, Hamas sejauh ini belum menanggapi usulan tersebut.

Berbicara kepada Channel 12 tentang potensi kesepakatan baru, seorang pejabat keamanan mengatakan bahwa prosesnya akan jauh lebih rumit.

"Akan memakan waktu lama dan sangat rumit, jauh lebih rumit dibandingkan sebelumnya, dan perjalanan masih panjang. Rodanya baru saja mulai berputar sekarang. Pihak yang memegang alat tawar-menawar adalah Hamas, dan kita perlu membuat mereka memahami bahwa pisau daging sudah mendekati lehernya," kata sumber tersebut pada 18 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.

Para pemimpin Israel telah bersikeras sejak gagalnya perjanjian pembebasan sebelumnya pada tanggal 1 Desember bahwa tidak ada proposal realistis dari Hamas untuk pembebasan lebih lanjut.

Baca Juga: Tentara IDF Ratakan Rumah Sakit hingga Tewaskan Pasien dan Nakes, Eks Marinir AS: Dunia Lebih Baik tanpa Israel

Kelompok pejuang Palestina itu mengajukan tuntutan yang tidak dapat diterima oleh Israel, jauh melampaui pembebasan tahanan utama.

Para pejabat pertahanan menyatakan bahwa strategi terbaik untuk membawa Hamas ke meja perundingan adalah dengan meningkatkan tekanan militer secara besar-besaran terhadap kelompok tersebut melalui serangan Gaza.

Namun, pimpinan Mossad David Barnea dilaporkan telah bertemu dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di Norwegia pada Jumat malam untuk membahas kemungkinan kesepakatan baru.

Salah satu sumber menambahkan bahwa Direktur CIA Bill Burns dan Menteri Intelijen Mesir Jenderal Abbas Kamel telah diberi pengarahan tentang pertemuan tersebut dan membantu dalam upaya baru untuk mencapai kesepakatan.

Halaman:

Tags

Terkini