Israel mengklaim bahwa ada ruang bawah tanah di RS Indonesia di Gaza yang dijadikan tempat persembunyian para pejuang Hamas.
Baca Juga: Aktor FTV Sepi Job sampai Sambung Hidup Jualan Cilok, Raffi Ahmad Ajak Bikin Bareng
"Satu-satunya keuntungan dari Netanyahu adalah dia membuat fondasi rezim Israel palsu semakin goyah dan menunjukkan wajah kriminal, kekerasan, dan agresif rezim Zionis dalam pembantaian perempuan dan anak-anak di Gaza," lanjutnya.
Iran meyakini kemerdekaan untuk Palestina akan datang sebentar lagi.
"Tidak diragukan lagi, masa depan adalah milik Palestina," tutupnya.
Ketegangan regional dan bentrokan lintas batas telah meningkat sejak Hamas, kelompok yang didukung Iran yang menguasai Gaza, menyerang Israel pada tanggal 7 Oktober, yang memicu perang Israel di wilayah tersebut.
Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah Lebanon, yang bersekutu dengan Hamas, saling bertukar serangan.
Lebih dari 60 pejuang Hizbullah dan 10 warga sipil tewas, kata pejabat keamanan Lebanon.
Kekerasan tersebut juga telah menewaskan sedikitnya tujuh tentara Israel dan satu warga sipil.
Amerika Serikat dan pasukan koalisi telah diserang setidaknya 40 kali di Irak dan Suriah oleh pasukan yang didukung Iran ketika ketegangan meningkat akibat pemboman Israel. Empat puluh lima tentara AS terluka.
Gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman juga telah melancarkan serangan rudal dan drone berulang kali terhadap Israel sejak 7 Oktober, yang semuanya berhasil ditembak jatuh atau gagal.
Baca Juga: LBM PWNU DKI Jakarta Adakan Doa Bersama Untuk Perdamaian Dunia
Dalam sebuah langkah yang dipandang sebagai unjuk kekuatan terhadap saingan regionalnya, dan khususnya Iran, AS mengumumkan pekan lalu bahwa mereka telah mengerahkan kapal selam berkemampuan nuklir di Timur Tengah.***