SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tuai polemik dalam kabinet perangnsetelah serangan Hamas pada awal Oktober lalu.
Dalam kabinet perang Israel, sikap Benjamin Netanyahu menuai pro dan kontra setelah serangan kelompok militan Palestina Hamas yang menewaskan ribuan orang.
Kali ini, gegara satu cuitan, sebagian anggota kabinet perang Israel menyalahkan Benjamin Netanyahu atas apa yang terjadi baru-baru ini di Gaza, Palestina.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Profesional, Apple Luncurkan iMac dan MacBook Pro dengan Chip Terbaru M3
Tepat setelah tengah malam pada hari Minggu, Netanyahu menulis bahwa dia tidak pernah diberitahu tentang peringatan serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober.
Netanyahu malah menyalahkan pasukannya atas serangan tersebut, yang menewaskan sedikitnya 1.400 orang.
Pernyataan itu menimbulkan keributan dalam kabinet di Israel.
Baca Juga: Paslon Prabowo dan Gibran Dianggap Lanjutkan Legasi Jokowi, Pengamat: Kombinasi Ini...
Para pemimpin politik mengecam Netanyahu karena bermain politik ketika negara itu berada di tengah-tengah kampanye militer yang sulit di Gaza.
Kemarahan tersebut sedemikian rupa sehingga perdana menteri menghapus cuitan tersebut, dan dengan nada yang sangat tenang dan meminta maaf atas kata-katanya.
Para ahli mengatakan kejadian tersebut mengkonfirmasi adanya keretakan yang semakin besar dalam institusi politik dan militer.
Baca Juga: Pesan Ganjar Pranowo untuk Pendukungnya di Amerika Serikat dan Canada
Ini juga yang mempertanyakan kepemimpinan Netanyahu dan kapasitasnya untuk memimpin negara melalui perang tanpa memprioritaskan kepentingannya sendiri di atas keamanan nasional.
"Mengatakan bahwa dia gagal adalah pernyataan yang meremehkan tahun ini," kata Yossi Mekelberg, rekan Program Timur Tengah dan Afrika Utara di Chatham House sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera pada 31 Oktober 2023.