SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengunjungi Israel pada Rabu pekan ini menyusul konflik negara itu dengan Hamas di Gaza, Palestina.
Menurut jadwal, Joe Biden akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menegaskan bahwa negara itu berhak melindungi diri dari serangan Hamas di Gaza beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Gedung Putih enggan berkomentar terkait kunjungan Joe Biden ke Israel di tengah-tengah konflik negara itu dengan Hamas.
Baca Juga: Prediksi Manga One Piece 1096: Awal Mula Pertemuan Ivankov dan Kuma hingga Insiden God Valley
Sementara itu, Sekertaris Antony Blinken mengatakan setelah pembicaraan panjang dengan Netanyahu bahwa Biden akan menegaskan kembali solidaritasnya dengan Israel, yang diperkirakan akan melancarkan serangan darat di Gaza.
Israel telah bersumpah untuk memusnahkan gerakan Hamas yang menguasai Gaza setelah para pejuang menyerbu Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.300 orang, sebagian besar warga sipil, pada hari paling mematikan dalam 75 tahun sejarah negara itu.
"Israel mempunyai hak dan kewajiban untuk membela rakyatnya dari Hamas dan teroris lainnya dan untuk mencegah serangan di masa depan," kata Blinken kepada wartawan setelah pembicaraan berjam-jam dengan kabinet perang Israel di Tel Aviv sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Reuters pada 16 Oktober 2023.
Baca Juga: Nafa Urbach Titipkan Anak ke Mantan Suami, Harus ke Dapil untuk Nyaleg
Selama pembicaraan tersebut, dia terpaksa berlindung di bunker selama lima menit ketika sirene berbunyi.
Dia mengatakan Israel akan memberi pengarahan kepada Biden mengenai tujuan dan strategi perangnya serta bagaimana mereka akan melakukan operasi.
"Dengan cara yang meminimalkan korban sipil dan memungkinkan bantuan kemanusiaan mengalir ke warga sipil di Gaza dengan cara yang tidak menguntungkan Hamas," tambahnya.
Baca Juga: Jawaban Jokowi soal Gibran Usai Putusan MK: Pasangan Capres dan Cawapres Itu...
Blinken menambahkan bahwa AS dan Israel sepakat untuk mengembangkan rencana yang memungkinkan bantuan kemanusiaan dari negara-negara donor dan organisasi multilateral menjangkau warga sipil di Gaza.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan Israel tidak akan diizinkan bertindak di Gaza tanpa konsekuensi, dan memperingatkan akan adanya 'tindakan pencegahan' dalam beberapa jam mendatang.