SENAYANPOST - Pemerintah Iran membantah laporan yang menyebut akan menggelar pembicaraan baru dengan Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.
Teheran menegaskan bahwa fokus saat ini adalah memastikan implementasi nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati, termasuk proses pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan.
Dalam pernyataannya pada Senin, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan prioritas pemerintah saat ini adalah menjalankan seluruh ketentuan dalam nota kesepahaman secara penuh dan serius sebelum memasuki tahap negosiasi lanjutan.
Terkait kewajiban Amerika Serikat dalam Pasal 10 MoU mengenai penjualan minyak Iran, Teheran menyatakan Washington telah menerbitkan otorisasi yang diperlukan.
Baca Juga: Iran Kecam Serangan AS di Pesisir Selatan, Sebut Langgar Kesepakatan Pengakhiran Perang
Namun, Iran menegaskan masih terus memantau pelaksanaan ketentuan tersebut.
Sementara itu, untuk implementasi Pasal 11 yang mengatur pelepasan aset Iran yang dibekukan, Teheran akan mengirim delegasi ahli ke Doha, Qatar, pekan ini guna menindaklanjuti proses tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa negara itu belum memasuki tahap negosiasi mengenai perjanjian final dengan Amerika Serikat.
Berdasarkan Pasal 13 dalam nota kesepahaman, pembahasan mengenai kesepakatan akhir baru dapat dimulai setelah implementasi Pasal 1, 4, 10, dan 11 selesai dilaksanakan.
Iran juga memastikan tidak ada agenda pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan, baik di tingkat politik maupun teknis.
"Teheran tidak akan mengadakan pertemuan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat dalam beberapa hari mendatang di tingkat mana pun," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran pada 30 Juni 2026, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Baca Juga: Wapres dan Menlu AS Beda Pendapat Soal Iran dan Israel, Gedung Putih Bantah Ada Perpecahan
Delegasi Iran ke Doha Bahas Aset Beku
Artikel Terkait
Iran Umumkan Jadwal Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad
Analis: Israel Diduga Gagalkan Kesepakatan AS-Iran hingga Lima Kali
Trump Sebut Netanyahu ‘Sangat Sulit’, Ancam Lanjutkan Serangan Jika Kesepakatan Nuklir Iran Gagal
Wapres dan Menlu AS Beda Pendapat Soal Iran dan Israel, Gedung Putih Bantah Ada Perpecahan
Iran Kecam Serangan AS di Pesisir Selatan, Sebut Langgar Kesepakatan Pengakhiran Perang