SENAYANPOST - Resepsi Diplomatik yang telah digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha Qatar pada Senin 24 November 2025 lalu masih membekas decak kagum para hadirin karena penampilan pencak silat Cimande yang dipimpin oleh Atase Pertahanan (Athan) RI Doha Qatar Kolonel Arh Tengku Sony Sonatha.
Para penampil ternyata dilatih langsung oleh 2 (dua) pelatih yang didatangkan dari Indonesia berkat dukungan Menteri Kebudayaan RI Bapak Fadli Zon yang juga Ketua Dewan Pembina Pusat Pelatihan Pencak Silat Cimande.
"Para penampil yang dilatih langsung oleh 2 (dua) pelatih dari Pusat pelatihan Pencak Silat Cimande yaitu Muhtar Maulana Bimar dan Syis Wahyudi. Keduanya melatih para penampil antara 5-13 November 2025 setelah jam kantor KBRI Doha Qatar," jelasnya kepada redaktur Senayan Post pada Minggu 30 November 2025.
Selain penampilan fisik, kedua pelatih menjelaskan latar belakang dan filosofi aliran pencak silat Cimande.
"Pelatihan fokus pada pengenalan jurus dasar Cimande, serta nilai-nilai kedisiplinan dan filosofi Pencak Silat Cimande," ungkapnya.
Selanjutnya, Muhtar Maulana Bimar dan Syis Wahyudi kembali ke Indonesia pada 15 Novemebr 2025. Kemudian, pelatihan para penampil dilatih langsung oleh Athan RI Doha Qatar Kolonel Arh Tengku Sony Sonatha.
"Pelatihan ini sebagai bentuk pematangan dan persiapan penampilan Pencak Silat Indonesia dalam acara Resepsi Diplomatik Perayaan HUT RI ke-80," pungkasnya.
Diketahui, dalam buku Kepemimpinan Militer, Presiden Prabowo Subianto mengakui merupakan murid Haji Ishak, seorang pelatih aliran Pencak Silat Cimande saat masih berpangkat mayor.
Aliran Pencak Silat Cimande berdasarkan Taleq yaitu nilai-nilai hidup dan makna susila yang berjiwa selaras dengan Pancasila, merupakan pendukung penghayatan nilai-nilai yang luhur dari Budaya Indonesia. (Muqoddas)