Netanyahu Klarifikasi, Tidak Ingin Ambil Alih Jalur Gaza Tapi Bebaskan Daerah Kantong dari Hamas

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 20:05 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu klarifikasi soal rencananya ambil alih Jalur Gaza, ia ingin bebaskan daerah kantong dari Hamas. (X.com/@IsraeliPM)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu klarifikasi soal rencananya ambil alih Jalur Gaza, ia ingin bebaskan daerah kantong dari Hamas. (X.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merevisi pernyataannya soal wacana ingin ambil alih Jalur Gaza baru-baru ini.

Sambil menanggapi Kanselir Jerman Friedrich Merz yang batal mengirimkan senjata untuk negara Zionis tersebut, Netanyahu menjelaskan bahwa pihaknya ingin membebaskan daerah kantong tersebut dari Hamas.

Tidak hanya itu, Netanyahu juga memberitahu Kanselir Jerman bahwa sangat mungkin untuk membentuk pemerintahan damai di Jalur Gaza tanpa Hamas.

"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa tujuan Israel bukanlah untuk mengambil alih Gaza, tetapi untuk membebaskan Gaza dari Hamas dan memungkinkan pemerintahan yang damai didirikan di sana," tulis kantor Perdana Menteri Israel pada 8 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari akun X @IsraeliPM.

Baca Juga: Human Rights Watch: Israel Penjajah Gunakan Bom Buatan AS untuk Serang Sekolah di Jalur Gaza

Sebelumnya, ramai dibicarakan jika Israel ingin mengambilalih seluruhnya Jalur Gaza yang saat ini mengalami genosida dan blokade ketat dari penjajah.

Pada 5 Agustus 2025, sumber anonim yang dekat dengan Netanyahu memberi tahu media lokal pada hari Senin bahwa ia kini mendorong pendudukan penuh atas Jalur Gaza.

Channel 12 mengutip 'tokoh senior di Kantor Perdana Menteri' yang mengatakan: "Keputusan telah dibuat, Israel sedang menuju pendudukan Jalur Gaza."

Channel tersebut melaporkan bahwa para menteri yang berbicara dengan Netanyahu, yang saat ini dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang, mengatakan bahwa ia telah memutuskan untuk memperluas serangan militer di Gaza, yang sebagian besar terhenti dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: PBB Khawatir soal Rencana Israel Penjajah Ambil Alih Jalur Gaza, Sebut Bahayakan Sandera dan Masa Depan Negara Palestina

Menurut laporan tersebut, ia secara eksplisit menggunakan istilah "pendudukan Jalur Gaza" dalam percakapan dengan beberapa anggota kabinet.

Situs web berita Ynet, yang juga mengutip sumber-sumber yang dekat dengan Netanyahu, juga melaporkan bahwa Israel sedang mempersiapkan "pendudukan penuh Jalur Gaza".

Ini akan melibatkan perluasan operasi darat ke wilayah-wilayah yang diyakini menjadi tempat penahanan para tawanan, dan ke lokasi-lokasi di mana pasukan Israel tidak beroperasi selama lebih dari setahun, termasuk bagian barat Kota Gaza dan kamp-kamp pengungsi di pusat kota.

Kebocoran yang mengutip sumber-sumber anonim yang dekat dengan Kantor Perdana Menteri sering terjadi di media Israel dan sering ditafsirkan berasal langsung dari Netanyahu sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye, X @IsraeliPM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X