SENAYANPOST - Dalam sebuah laporan, Human Rights Watch mengungkapkan bahwa serangan Israel ke sekolah-sekolah di Jalur Gaza menggunakan bom buatan AS.
Amunisi tersebut digunakan ketika pasukan Israel melancarkan setidaknya tiga serangan udara di sekolah putri Khadija di Deir Balah pada 27 Juli 2024, yang menewaskan sedikitnya 15 orang.
Kemudian Sekolah al-Zeitoun C di Kota Gaza pada 21 September 2024, yang menewaskan sedikitnya 34 orang, menurut HRW.
HRW menyimpulkan bahwa setidaknya dua bom berdiameter kecil GBU-39 yang dijatuhkan dari udara yang digunakan dalam serangan di sekolah putri Khadija diproduksi oleh Boeing.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Diplomasi Tenang Indonesia Hadapi Ketidakpastian Global
"Ditransfer ke Israel dengan persetujuan pemerintah AS di bawah program Penjualan Militer Asing atau Penjualan Komersial Langsung," tulis laporan HRW pada 7 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Sekitar 4.000 warga Palestina yang mengungsi telah berlindung di sekolah putri Khadija selama berbulan-bulan, menurut Pertahanan Sipil Palestina, sebuah organisasi yang menyediakan layanan darurat dan penyelamatan di Gaza.
Terdapat juga rumah sakit lapangan yang terhubung dengan sekolah putri Khadija, menurut kesaksian direktur Rumah Sakit Syuhada Al Aqsa di Deir Balah, yang terletak satu kilometer dari sekolah tersebut.
Laporan HRW tidak menemukan alasan yang jelas untuk serangan militer di atau dekat sekolah tersebut pada hari serangan.
Dikatakan tidak ada bukti bahwa pria yang tewas di sekolah tersebut adalah anggota kelompok bersenjata Palestina, setelah meninjau halaman media sosial kelompok tersebut.
HRW menghubungi militer Israel untuk informasi lebih lanjut tentang target tersebut tetapi tidak menerima tanggapan.
Warga sipil tidak diperingatkan bahwa serangan pertama akan ditujukan ke sekolah putri tersebut, yang merupakan lokasi sebagian besar korban jiwa, tetapi tampaknya diperingatkan tentang serangan kedua dan ketiga.
Empat anak, empat perempuan, tujuh laki-laki, dan dua orang lainnya yang nama lengkapnya tidak diidentifikasi ditemukan di antara mereka yang tewas dalam serangan tersebut, menurut Airwars, sebuah organisasi non-pemerintah yang menyelidiki kerugian warga sipil di zona konflik.
Artikel Terkait
Syiah Israel dan Yahudi Iran
Utusan AS Steve Witkoff Temui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Bicarakan Dua Hal Penting Ini
Qatar dan Mesir Minta Hamas Lucuti Senjata, Syarat Solusi Dua Negara Israel dan Palestina
Mantan Kepala Intelijen Israel Desak Netanyahu Hentikan Perang di Jalur Gaza, Sebut Hamas Bukan Lagi Ancaman Strategis Zionis
PBB Khawatir soal Rencana Israel Penjajah Ambil Alih Jalur Gaza, Sebut Bahayakan Sandera dan Masa Depan Negara Palestina