Pejabat Israel Sebut Gencatan Senjata di Gaza Butuh Waktu Lebih Lama, Ini Alasannya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 9 Juli 2025 | 17:01 WIB
Ilustrasi, Salah seorang pejabat Israel menyebut gencatan senjata di Gaza membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kesepakatan. (X.com/@UNRWA)
Ilustrasi, Salah seorang pejabat Israel menyebut gencatan senjata di Gaza membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kesepakatan. (X.com/@UNRWA)

SENAYANPOST - Pejabat Israel mengatakan pada hari Selasa bahwa terjadi kesenjangan kesepakatan gencatan senjata di Gaza antara negara itu dengan Hamas.

Menurutnya, adanya kesenjangan antara Israel dan Hamas dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut bisa diatasi dalam perundingan damai yang berlangsung di Qatar.

Lebih lanjut, pejabat Israel tersebut mengatakan bahwa perlu beberapa hari untuk mencapai kesepakatan guna membebaskan sandera dan menghentikan pertempuran.

Delegasi dari Israel dan Hamas telah berada di Qatar sejak Minggu dalam upaya baru untuk mencapai kesepakatan, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan lalu bahwa ia berharap proposal baru yang didukung AS dapat menghasilkan kesepakatan.

Baca Juga: 639 Hari Peperangan dengan Israel, Hamas Sambut 'Positif' Proposal Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Trump bertemu pada Senin malam dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengajukan rencana, yang ditentang keras oleh semua kelompok besar Palestina, agar beberapa penduduk Gaza dipindahkan ke luar negeri.

Pemimpin Israel itu juga menyerahkan surat nominasi Nobel Perdamaian kepada Trump.

Seorang juru bicara Qatar, Majed Al Ansari, mengatakan pada hari Selasa bahwa mediator Qatar dan Mesir belum membahas kesepakatan gencatan senjata final, tetapi masih mengupayakan kesepakatan tentang kerangka prinsip yang akan mengarah pada perundingan yang lebih rinci.

"Perundingan belum dimulai, tetapi kami sedang berdiskusi dengan kedua belah pihak mengenai kerangka kerja tersebut," kata Al Ansari pada 8 Juli 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

"Kedua pihak masih berada di Doha. Jadi, itu selalu merupakan pertanda baik," tambahnya.

Baca Juga: Hamas Pelajari Proposal Gencatan Senjata di Jalur Gaza yang Diusulkan Presiden AS Donald Trump

Utusan Trump, Steve Witkoff, yang memainkan peran penting dalam menyusun proposal gencatan senjata terbaru, akan berkunjung ke Doha minggu ini untuk bergabung dalam diskusi di sana, ujar sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada para wartawan pada hari Senin.

Proposal tersebut mencakup pembebasan sandera secara bertahap, penarikan pasukan Israel dari sebagian wilayah Gaza, dan diskusi untuk mengakhiri perang sepenuhnya.

Tidak ada pernyataan terbaru langsung mengenai perundingan tersebut dari Hamas maupun sumber-sumber Palestina pada hari Selasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X