Hamas Minta Perubahan Usulan Gencatan Senjata di Gaza dari AS, Steve Witkoff: Tidak Bisa Diterima

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 3 Juni 2025 | 19:21 WIB
Gerakan Hamas meminta perubahan usulan gencatan senjata di Gaza, begini respons Steve Witkoff dari AS. (Twitter.com/@KhaledAbuToameh)
Gerakan Hamas meminta perubahan usulan gencatan senjata di Gaza, begini respons Steve Witkoff dari AS. (Twitter.com/@KhaledAbuToameh)

SENAYANPOST - Gerakan Hamas mengatakan mengusulkan revisi gencatan senjata di Gaza kepada Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu.

Sayangnya, utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff menolak untuk menanggapi hal tersebut.

Lebih lanjut, Witkoff mengatakan bahwa usulan Hamas untuk merevisi gencatan senjata sementara itu 'tidak bisa diterima'.

Kelompok Perlawanan Palestina itu mengatakan bahwa mereka bersedia membebaskan 10 sandera yang masih hidup dan menyerahkan jenazah 18 orang yang tewas sebagai ganti tahanan Palestina di penjara Israel.

Namun Hamas menegaskan kembali tuntutan untuk mengakhiri perang dan menarik pasukan Israel dari Gaza, syarat yang ditolak Israel.

Baca Juga: Presiden Sementara Ahmad Al Sharaa Ungkap Masa Depan Hubungan Suriah dengan Israel: Kita Punya Musuh yang Sama

Seorang pejabat Hamas menggambarkan tanggapan kelompok itu terhadap usulan dari utusan khusus Timur Tengah Trump Steve Witkoff sebagai 'positif' tetapi mengatakan bahwa mereka mencari beberapa amandemen.

Pejabat itu tidak merinci perubahan yang dicari.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa meskipun pemerintahnya telah menyetujui garis besar Witkoff, Hamas terus menolak rencana tersebut.

"Israel akan melanjutkan aksinya untuk memulangkan sandera kami dan mengalahkan Hamas," kata Benjamin Netanyahu pada 1 Juni 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Tak lama setelah itu, Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Tanggapan ini bertujuan untuk mencapai gencatan senjata permanen, penarikan penuh dari Jalur Gaza, dan untuk memastikan aliran bantuan kemanusiaan bagi rakyat kami di Jalur Gaza," bunyi pernyataan resmi Hamas.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Kalau Palestina Diakui Merdeka, Indonesia Siap Akui Israel

Dokumen yang berisi tanggapan Hamas, yang dilihat oleh Reuters, menuntut agar penduduk Gaza diizinkan melakukan perjalanan tanpa batas melalui penyeberangan Rafah dan agar pergerakan barang dilanjutkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X