SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlibat ribut dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih belum lama ini.
Keributan tersebut tertangkap kamera dan wartawan yang hadir di Gedung Putih yang juga dihadiri Wakil Presiden AS JD Vance.
Ketegangan antara Trump dan Zelensky ini tentu saja memecah belah pendukung Partai Republik dan meredupkan prospek bahwa Kongres akan menyetujui bantuan lebih lanjut untuk Kyiv dalam perangnya dengan Rusia.
Beberapa anggota Partai Republik yang telah lama mendukung Ukraina mengecam Zelensky setelah pertikaian hari Jumat, di mana Trump dan Wakil Presiden JD Vance mencaci-maki pemimpin Ukraina itu di hadapan media dunia, menuduhnya tidak sopan.
Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Masih Bungkam soal Ancaman Netanyahu Terkait Demiliterisasi Suriah Selatan
Senator Lindsey Graham meminta Zelensky untuk mengubah pendiriannya atau mengundurkan diri, hanya beberapa jam setelah menghadiri pertemuan persahabatan antara Zelenskiy dan belasan senator.
"Apa yang saya lihat di Ruang Oval tidak sopan, dan saya tidak tahu apakah kita bisa berbisnis lagi dengan Zelenskiy," kata Linsey Graham pada 29 Februari 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Graham merupakan sekutu dekat Trump, kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih setelah bentrokan itu, yang membuat hubungan dengan sekutu terpenting Kyiv di masa perang itu memburuk.
"Dia harus mengundurkan diri dan mengirim seseorang yang bisa kita ajak berbisnis, atau dia harus berubah," kata senator Carolina Selatan itu.
Baca Juga: Warga Druze Suriah Turun ke Jalan Suwayda, Protes Pendudukan Israel dan Turki
Senator Bill Hagerty dari Tennessee, yang menjadi duta besar untuk Jepang selama masa jabatan pertama Trump, memposting di X: "Amerika Serikat tidak akan lagi dianggap remeh".
Namun, meskipun sebagian besar anggota Partai Republik mendukung Trump dan Vance, beberapa bergabung dengan Demokrat dalam membela Ukraina.
Perwakilan New York Mike Lawler, dalam sebuah posting di X, menyebut pertemuan di Ruang Oval sebagai kesempatan yang hilang bagi Amerika Serikat dan Ukraina.
Menurutnya, ini adalah sebuah perjanjian yang tidak diragukan lagi akan menghasilkan kerja sama ekonomi dan keamanan yang lebih kuat.
Artikel Terkait
Donald Trump Akan Berikan Pesangon 8 Kali Gaji Bagi PNS AS yang Mau Pensiun Dini
Donald Trump Sebut AS Ingin Kuasai Gaza, Warga Palestina Tak Punya Opsi Selain Angkat Kaki
Presiden Donald Trump Klaim Israel Penjajah Bakal Serahkan Jalur Gaza ke Amerika Serikat
Presiden Donald Trump Sebut AS Bakal Beli dan Miliki Jalur Gaza Bak Properti, Ini Tanggapan Hamas
Pemimpin Arab Berkumpul di Riyadh, Antisipasi Rencana Presiden AS Donald Trump atas Jalur Gaza