SENAYANPOST - Sejumlah warga Israel termasuk jurnalis dan komentator veteran ejek rencana presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk relokasi rakyat Palestina dari Gaza.
Terbaru, Donald Trump mengungkap wacana relokasi rakyat Palestina dari Gaza ke Yordania dan Mesir.
Kurang dari seminggu setelah gencatan senjata di Gaza, Donald Trump menggambarkan daerah kantong Palestina itu sebagai 'lokasi pembongkaran' dan mengatakan akan lebih baik jika 'kita membersihkan semuanya'.
"Saya ingin Mesir menerima orang," kata Donald Trump pada 27 Januari 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Baca Juga: Indonesia dan Malaysia Kompak soal Palestina, Prabowo Tekankan Solusi Dua Negara
"Anda berbicara tentang sekitar satu setengah juta orang, dan kita hanya membersihkan semuanya dan berkata: 'Anda tahu, ini sudah berakhir'," tambahnya.
Trump mengatakan dia berterima kasih kepada Yordania karena telah berhasil menerima pengungsi Palestina.
"Saya ingin Anda menerima lebih banyak lagi, karena saya melihat seluruh Jalur Gaza sekarang, dan itu kacau balau. Benar-benar kacau balau," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemindahan itu 'bisa bersifat sementara' atau 'bisa bersifat jangka panjang'.
Ada kecaman langsung dari Palestina, yang bersama dengan Yordania dan Mesir, menolak gagasan itu karena khawatir Israel tidak akan pernah mengizinkan warga Palestina kembali ke Gaza jika mereka dipaksa pergi.
Baca Juga: Pertama Kalinya, 650 Ribu Rakyat Palestina Kembali Pulang ke Gaza Utara Sejak Perang 7 Oktober 2023
Haaretz, surat kabar resmi Israel, mengeluarkan serangan pedas terhadap usulan kebijakan Trump pada hari Senin, dengan dewan redaksi menyatakan bahwa jalur itu adalah 'rumah' bagi lebih dari dua juta warga Palestina karena mengejek usulan agar mereka dikirim ke negara-negara Arab lain bersama Indonesia.
"Pada tingkat ini Trump kemungkinan akan mengusulkan agar warga Gaza diluncurkan 'secara sukarela' ke luar angkasa dan menetap di Mars, sesuai dengan semangat janjinya dalam pidato pelantikannya: 'Dan kami akan mengejar takdir nyata kami ke bintang-bintang, meluncurkan astronot Amerika untuk menanam Bintang dan Garis di planet Mars'," tulis dewan redaksi.
"Mengapa tidak bendera Palestina juga? Mungkin saja mitranya Elon Musk sudah mengerjakannya," lanjut redaksi.
Chaim Levinson, seorang kolumnis di Haaretz, menulis tanggapannya terkait rencana Trump tersebut.
Artikel Terkait
Israel Bebaskan 90 Warga Palestina yang Ditahan, Bagian dari Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
Pemerintah Bantah Bakal Relokasi Warga Gaza ke Indonesia: Ini Tidak Dapat Diterima
Anggota DPR Tanggapi Wacana Relokasi Warga Gaza ke Indonesia: Justru yang Harus Dipindahkan Itu...
Indonesia Dukung Gencatan Senjata di Gaza, Desak Dewan Keamanan PBB Ambil Dua Langkah Konkret Ini
Pertama Kalinya, 650 Ribu Rakyat Palestina Kembali Pulang ke Gaza Utara Sejak Perang 7 Oktober 2023