Presiden AS Joe Biden 'Khawatir' Bocornya Rencana Israel Serang Iran

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:07 WIB
Presiden AS Joe Biden khawatir usai rencana Israel serang Iran yang diduga bocor ke media belum lama ini. (Instagram.com/@potus)
Presiden AS Joe Biden khawatir usai rencana Israel serang Iran yang diduga bocor ke media belum lama ini. (Instagram.com/@potus)

SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kabarnya khawatir soal bocornya rencana Israel untuk menyerang Iran belum lama ini.

Kekhawatiran Biden ini diungkapkan oleh Gedung Putih di tengah konflik yang berkecamuk di Timur Tengah.

Diketahui, sebuah dokumen bocor yang isinya diduga rencana penyerangan Israel ke Iran setelah sebelumnya terkena ratusan rudal balistik hipersonik.

Washington tidak yakin bagaimana dokumen yang diunggah di platform media sosial Telegram minggu lalu dipublikasikan, kata juru bicara Gedung Putih John Kirby kepada wartawan pada hari Senin.

Baca Juga: Hamas Kecam Diamnya Dunia Internasional Terkait Operasi 'Rencana Jenderal' Israel di Gaza Utara

Tidak jelas apakah berkas tersebut bocor atau diretas.

"Presiden tetap sangat khawatir tentang kebocoran informasi rahasia ke domain publik. Itu tidak seharusnya terjadi dan tidak dapat diterima jika terjadi," kata John Kirby pada 21 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

Dokumen rahasia tersebut mencakup analisis citra satelit dari aktivitas militer Israel.

Berkas tersebut mengatakan militer Israel 'menangani' rudal balistik yang diluncurkan dari udara, yang ditembakkan dari pesawat terbang dan melakukan aktivitas pesawat nirawak rahasia awal bulan ini 'hampir pasti' untuk menyerang Iran.

Namun penilaian tersebut, yang tampaknya telah disiapkan oleh Badan Intelijen Geospasial Nasional, menambahkan bahwa analisis tersebut tidak dapat 'secara pasti memprediksi skala dan cakupannya'.

Baca Juga: Diserang Terus-menerus oleh Penjajah Israel, RS Indonesia di Gaza Utara: Tidak Ada Argumen Apa pun yang Bisa Diterima

Beberapa media AS mengutip pernyataan pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa dokumen rahasia tersebut tampak asli.

Berkas tersebut pertama kali muncul di saluran Telegram Middle East Spectator, yang menerbitkan berita dan komentar tentang kawasan tersebut.

Akun tersebut membagikan pesan yang mendukung Iran dan sekutunya, tetapi telah membantah klaim adanya hubungan dengan pemerintah di Teheran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X