Yaman Kirim Rudal Balistik ke Israel Usai Netanyahu Tewaskan Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 29 September 2024 | 11:22 WIB
Angkatan Bersenjata Yaman kirim rudal balistik ke Bandara Ben Gurion Israel, sambut kepulangan PM Netanyahu dari AS. (X.com/@army21ye)
Angkatan Bersenjata Yaman kirim rudal balistik ke Bandara Ben Gurion Israel, sambut kepulangan PM Netanyahu dari AS. (X.com/@army21ye)

SENAYANPOST - Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree konfirmasi telah mengirim rudal balistik ke Israel usai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan pembunuhan terhadap Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah.

Angkatan Bersenjata Yaman diketahui mengirim rudal balistik ke Bandara Jaffa atau yang dikenal dengan Bandara Ben Gurion, menyambut kedatangan Netanyahu dari Amerika Serikat (AS) dalam agenda pidato di markas PBB belum lama ini.

Rudal tersebut dikirim pada 28 September 2024 pukul 21.00 waktu setempat

"Angkatan Bersenjata mengumumkan pelaksanaan operasi yang menargetkan Bandara Jaffa, yang disebut Ben Gurion Israel, pada saat kedatangan penjahat Benjamin Netanyahu," kata Yahya Saree pada 28 September 2024, dikutip SenayanPost.com dari akun X @army21ye.

Baca Juga: Israel Sukses Eliminasi Hassan Nasrallah Sekjen Hizbullah, Netanyahu: Bukan Teroris Biasa

Operasi tersebut diketahui menggunakan rudal balistik 'Palestina 2'.

"Operasi tersebut dilakukan dengan menggunakan rudal balistik Palestina 2," terangnya.

Saree menerangkan bahwa Yaman tidak akan ragu untuk meningkatkan eskalasi, berpartisipasi dalam operasi Badai Al Aqsa yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023.

Saat ini, genosida berlangsung tidak hanya di Gaza tetapi juga meluas ke Lebanon.

Israel penjajah juga tidak ragu membombardir ibu kota Lebanon, Beirut meskipun menuai kecaman dari dunia internasional.

Baca Juga: Pejabat Tinggi Israel Tolak Mentah-mentah Gencatan Senjata di Lebanon

"Angkatan Bersenjata Yaman, bersama seluruh rakyat bangsa yang terhormat dan merdeka, terus merespons kejahatan musuh Israel dan tidak akan ragu untuk meningkatkan tingkat eskalasi di wilayah tersebut, menanggapi persyaratan dan untuk berpartisipasi dalam pertahanan Gaza dan Lebanon," lanjutnya.

Pihak Yaman menegaskan bahwa operasi militer akan berhenti jika invasi Israel ke Gaza juga Tepi Barat Palestina dan Lebanon berhenti.

"Operasi ini tidak akan berhenti sampai agresi terhadap Gaza dan Lebanon berhenti," tutupnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: X.com/@army21ye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X