SENAYANPOST - Israel penjajah belum lama ini merencanakan akan menduduki Jalur Gaza pascaperang, menurut salah satu laporan.
Rencananya, tentara Israel (IDF) akan membentuk posisi baru dalam jajarannya untuk mengawasi kendali jangka panjang atas Jalur Gaza.
Menurut laporan tersebut, keputusan tersebut muncul tanpa adanya tujuan strategis yang jelas untuk masa depan Jalur Gaza.
"Tentara Israel kemarin mulai menerima kenyataan bahwa tanggung jawabnya atas Jalur Gaza akan berlanjut selama bertahun-tahun dan akan meluas, dan sekitar dua juta warga Palestina akan tetap berada di bawah tanggung jawabnya," tambah laporan itu pada 29 Agustus 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
Baca Juga: Israel Mulai Operasi Militer di Tepi Barat, Sebut Harus Diperlakukan Seperti Gaza
Perwira Israel Elad Goren telah dipilih untuk pengangkatan ini.
Goren adalah veteran unit Kementerian Pertahanan, Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT).
Menurut laporan, ia akan mengambil peran yang sama di Gaza seperti kepala cabang Tepi Barat COGAT, Jenderal Israel Hisham Ibrahim.
"Jabatan baru ini bukan untuk pamer. Jabatan ini akan memegang peran penting selama bertahun-tahun mendatang. Siapa pun yang percaya bahwa kontrol dan intervensi Israel di Jalur Gaza akan segera berakhir, baik dengan menghentikan atau tidak menghentikan pertempuran dan kemundurannya, atau bahkan dengan atau tanpa kesepakatan, keliru," kata seorang pejabat keamanan senior kepada media tersebut.
Baca Juga: Itamar Ben Gvir Lagi-lagi Provokasi Umat Islam, Serukan Orang Yahudi Ibadah di Masjid Al Aqsa
Laporan tersebut menjelaskan bahwa Goren akan menangani masalah logistik harian seperti pengiriman bantuan kemanusiaan, memperbaiki infrastruktur yang hancur, dan menghubungi organisasi bantuan internasional.
Ia juga akan memimpin evakuasi warga sipil jangka panjang untuk mempertahankan legitimasi internasional guna melanjutkan pertempuran di Gaza tanpa menyaksikan krisis kemanusiaan atau kelaparan.
"Agenda unit baru di tentara Israel akan mencakup operasi besar, yang telah dimulai, untuk mengevakuasi yang terluka parah dan sakit ke rumah sakit di Yordania, Mesir atau UEA dan mempersiapkan diri menghadapi musim dingin di Jalur Gaza, mengingat banyaknya infrastruktur yang hancur, serta mengoordinasikan kampanye untuk memvaksinasi lebih dari satu juta warga Gaza terhadap polio," ungkap laporan tersebut.
Unit tersebut juga akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk memulihkan semua fasilitas sipil yang runtuh di Jalur Gaza.
Artikel Terkait
AS Ultimatum Israel dan Hamas, Kesempatan Terakhir Gencatan Senjata di Gaza
Israel Cegah Presiden Palestina Kunjungi Gaza
Presiden Kolombia Serukan Boikot Batubara atas Israel
Polisi Israel Tangkapi Yahudi Haridim
Israel Mulai Operasi Militer di Tepi Barat, Sebut Harus Diperlakukan Seperti Gaza