SENAYANPOST - Salah seorang warga Gaza, Mohammad Shorafa menanggapi kasus pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh di Iran baru-baru ini.
Mohammad Shorafa yang sempat berkuliah di Indonesia ini berpendapat bahwa Ismail Haniyeh terbunuh karena roket dari Amerika Serikat (AS), bukan dari Israel.
Menurutnya, mustahil Israel penjajah langsung mengirimkan serangan udara berupa roket ke kediaman Ismail Haniyeh di Teheran, Iran.
"Innalillahi wainna ilaihi rojiun, berita duka datang dari Iran," kata Mohammad Shorafaa pada 31 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari Instagram @mohammad.shorafaa.
Baca Juga: Iran Lakukan Investigasi Kasus Pembunuhan Ismail Haniyeh Kepala Biro Politik Hams
"Kalian tahu di Iran, kalau ibu kota namanya Teheran, di dalam Teheran itu Ismail Haniyeh meninggal, syahid karena roket Israel," lanjutnya.
Menurutnya, AS terlibat dalam pembunuhan ini.
"Yang kasih roketnya itu pasti Amerika yang kasih roketnya dan pesawatnya. Nggak mungkin Israel," ungkapnya.
Mohammad mengatakan bahwa tidak ada satupun pesawat Israel yang bisa sampai ke Iran.
"Karena kenapa karena tidak ada pesawat satupun dari Israel dia sampai ke Iran untuk bikin sesuatu kayak gitu," lanjutnya.
Baca Juga: DPR RI Sorot Pembunuhan Ismail Haniyeh di Teheran, Khawatir Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Kemudian ia pun menyoroti pernyataan Gedung Putih terkait insiden pembunuhan ini.
"Karena nggak bisa, karena White House bilang 'Kami tahu Ismail Haniyeh udah meninggal dan kami tahu mereka mau buat, mau kirim roket di sana dan segala macam'," ujarnya.
Mohammad Shorafa meyakini bahwa AS terlibat dalam pembunuhan petinggi Hamas.
Artikel Terkait
Penjajah Israel 'Ogah-ogahan' Gencatan Senjata di Gaza, Ismail Haniyeh Sebut Hamas Siap Capai Kesepakatan
Cek Fakta: Benarkah Tiga Anak Ismail Haniyeh Hidup Mewah di Turki?
Ismail Haniye atau Yahya Sinwar, Siapa Penguasa Hamas Sebenarnya ?
Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh Dibunuh di Iran Akibat Serangan Udara Israel
DPR RI Sorot Pembunuhan Ismail Haniyeh di Teheran, Khawatir Eskalasi Konflik di Timur Tengah