AS Sebut Misi Pelabuhan Sementara Gaza Selesai, Hanya Penuhi Kebutuhan Warga Sehari Saja

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 19 Juli 2024 | 17:12 WIB
AS lewat Pentagon umumkan berakhirnya misi pelabuhan sementara di Gaza, yang mencukupi kebutuhan untuk sehari saja. (US Navy)
AS lewat Pentagon umumkan berakhirnya misi pelabuhan sementara di Gaza, yang mencukupi kebutuhan untuk sehari saja. (US Navy)
 

SENAYANPOST - Amerika Serikat (AS) umumkan berakhirnya misi pelabuhan sementara di Gaza setelah sukses menyalurkan bantuan kemanusiaan selama satu hari.

Pengumuman tersebut disampaikan Pentagon terkait misi pelabuhan sementara di Gaza pada 17 Juli 2024.

Sebelumnya, pelabuhan sementara di Gaza itu sebagai solusi terhambatnya penyaluran bantuan kemanusiaan lewat darat, yang diblokade oleh Israel penjajah selama kurang lebih sembilan bulan genosida.

Baca Juga: Spoiler Manga One Piece 1112: Pergulatan Batin Bonney, Sekali Lagi Pakai Mode Nika Hadapi Gorosei Saturn!

"Misi gelombang laut yang melibatkan pelabuhan sudah selesai. Jadi tidak perlu lagi menggunakan pelabuhan," kata Wakil Laksamana Angkatan Laut Brad Cooper, wakil komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), mengatakan pada jumpa pers pada 17 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

"Penilaian kami adalah bahwa pelabuhan sementara telah mencapai efek yang dimaksudkan untuk menyalurkan bantuan dalam jumlah sangat besar ke Gaza dan memastikan bahwa bantuan mencapai warga sipil di Gaza dengan cepat," lanjutnya.

Cooper menambahkan bahwa hampir 20 juta pon bantuan atau sekitar 9.000 ton memasuki Gaza melalui dermaga, setara dengan sekitar 600 truk.

Baca Juga: Alarm Peringatan IDF Tidak Berfungsi, Drone Al Hautsi Yaman Serang Tel Aviv

Selama berbulan-bulan, PBB dan organisasi hak asasi manusia lainnya telah menetapkan bahwa minimal 500 hingga 600 truk bantuan perlu memasuki Gaza setiap hari untuk meringankan kondisi kelaparan yang kritis.

Sebagian besar bantuan yang sampai ke Gaza melalui dermaga membusuk di bawah terik matahari selama berminggu-minggu setelah AS dan Israel menggunakan koridor kemanusiaan yang diduga untuk melancarkan operasi penyelamatan berdarah di kamp Nuseirat yang menewaskan hampir 300 warga Palestina.

Cooper juga mengumumkan bahwa upaya untuk mengirimkan bantuan ke Gaza melalui laut akan dialihkan ke pelabuhan Israel di Ashdod.

Baca Juga: PWNU DKI Jakarta Pecat Zainal Maarif Buntut Kunjungan ke Israel

Ia menambahkan bahwa, setelah pasukan AS gagal memasang kembali dermaga minggu lalu untuk terakhir kalinya, sekitar lima juta pon bantuan yang terdampar di Siprus dan di laut akan dikirim ke Ashdod.

"Setelah mengirimkan bantuan kemanusiaan dalam jumlah terbesar yang pernah ada ke Timur Tengah, misi kami sekarang telah selesai dan beralih ke fase baru," klaim Cooper.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X