SENAYANPOST - Gerakan Perlawanan Hamas membantah telah mundur dari negosiasi gencatan senjata di Gaza sebagaimana diberitakan oleh media-media Barat belum lama ini.
Anggota biro politik Hamas, Izzat Al Rishq menegaskan bahwa kelompok Perlawanan terus mencari kesepakatan dengan Israel penjajah di tengah agresi yang terus meningkat di Gaza.
Lebih lanjut, Hamas juga menyebut bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi penghambat terbesar dalam negosiasi gencatan senjata.
"Apa yang dipublikasikan oleh kantor berita Prancis, dan disebarkan oleh beberapa media, tentang keputusan Hamas untuk menghentikan perundingan sebagai tanggapan atas pembantaian Al-Mawasi di sebelah barat Khan Yunis, tidak memiliki dasar kebenaran," kata Izzat Al Rishq pada 14 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
Baca Juga: Kunjungan 5 Nahdliyin ke Israel Tuai Kecaman, PBNU: Itu Melukai Perasaan Kita Semua
Sebagaimana diketahui, Israel penjajah baru-baru ini meningkatkan agresinya ke Gaza dengan menargetkan sekolah dan fasilitas publik yang di dalamnya terdapat warga sipil.
Israel juga belum lama ini mengumumkan tengah menargetkan komandan Brigade Al Qassam, Mohammed Deif.
Namun, hal itu segera dibantah oleh Hamas.
Hamas menilai Israel penjajah menargetkan warga sipil secara sengaja.
"Eskalasi Nazi terhadap rakyat kami oleh Netanyahu dan pemerintahan Nazi-nya bertujuan untuk menghalangi tercapainya kesepakatan untuk menghentikan agresi terhadap rakyat kami, yang telah menjadi jelas bagi semua orang," tambahnya.
Baca Juga: 90 Warga Gaza Syahid di Al Mawasi, Israel Sebut Target Komandan Brigade Al Qassam
Sementara itu, Ketua Hamas, Ismail Haniyeh telah berkomunikasi dengan negara mediator, Turki dan Mesir.
Haniyeh mengatakan bahwa gerakan Perlawanan menanggapi secara positif proposal gencatan senjata terbaru yang telah diajukan.
"Hamas memberikan tanggapan positif terhadap usulan baru-baru ini yang ditujukan untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan agresi terhadap rakyat kami ... Posisi Israel yang diambil oleh Netanyahu menimbulkan hambatan yang mencegah tercapainya kesepakatan, termasuk pernyataan medianya baru-baru ini," kata Ismail Haniyeh.
Artikel Terkait
Teks Lengkap Jawaban Hamas soal Gencatan Senjata di Gaza kepada Israel Penjajah
AS Usulkan Revisi Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Klaim Joe Biden Gagal Bujuk Israel Penjajah
Hamas Ajukan Usulan Baru Terkait Gencatan Senjata di Gaza pada Tiga Mediator
Hamas dan Hizbullah Bahas Perkembangan Pertempuran Gencatan Senjata dengan Israel
Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza Buntu, Pejabat Mesir Ungkap Penyebabnya