Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza Buntu, Pejabat Mesir Ungkap Penyebabnya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 14 Juli 2024 | 16:05 WIB
Ilustrasi, sejumlah pejabat Mesir ungkap penyebab terhambatnya negosiasi gencatan senjata di Gaza, salah satunya gegara Netanyahu. (X.com/@UNLazzarini)
Ilustrasi, sejumlah pejabat Mesir ungkap penyebab terhambatnya negosiasi gencatan senjata di Gaza, salah satunya gegara Netanyahu. (X.com/@UNLazzarini)
 

SENAYANPOST - Hampir 300 hari genosida di Gaza, negosiasi gencatan senjata terpaksa harus berhenti gegara ini.

Sejumlah pejabat Mesir mengatakan ada beberapa hal yang menghambat tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Salah satunya sikap keras kepala Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di meja negosiasi.

Sebagaimana diketahui, Netanyahu sebelumnya menyetujui kesepakatan gencatan senjata sebagian dan mengabaikan gencatan senjata permanen.

Baca Juga: Hamas dan Hizbullah Bahas Perkembangan Pertempuran Gencatan Senjata dengan Israel

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English pada 14 Juli 2024, dua sumber keamanan Mesir menegaskan kepada kantor berita Mesir Al-Ikhbariya bahwa negosiasi gencatan senjata dihentikan setelah pembicaraan tiga hari yang gagal mencapai hasil.

Sebuah sumber yang mengetahui mencatat bahwa Mesir telah mendesak pendudukan untuk tidak menghalangi negosiasi yang sedang berlangsung untuk gencatan senjata di Jalur Gaza atau mengajukan tuntutan baru yang bertentangan dengan apa yang telah disepakati, menurut Al-Ikhbariya.

Sementara itu, Israel berusaha membendung opini publik, menurut sumber tersebut, dengan membuang-buang waktu selama pertemuan formal untuk menjauhkan opini publik Israel dari mencapai kesepakatan, untuk menghindari runtuhnya koalisi pemerintah.

Baca Juga: Hamas Ajukan Usulan Baru Terkait Gencatan Senjata di Gaza pada Tiga Mediator

Seorang sumber senior sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Mesir menegaskan kembali penarikan penuh Israel dari perlintasan Rafah dari sisi Palestina, dan tidak memberlakukan pembatasan apa pun pada pergerakan warga Palestina ke dan dari Jalur tersebut.

Sumber tersebut menunjukkan, dalam pernyataan kepada Al-Ikhbariya, bahwa Mesir menekankan perlunya segera membuka semua jalur penyeberangan darat dengan Jalur Gaza.

Mesir juga menegaskan posisinya mengenai perlunya Israel mengizinkan kebebasan bergerak bagi bantuan kemanusiaan, pertolongan dan medis ke Jalur Gaza.

Sebaliknya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan dalam konferensi pers pada Sabtu malam bahwa ia bersikeras pada kendali Israel yang berkelanjutan atas poros Philadelphia dan jalur penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir.

Baca Juga: AS Usulkan Revisi Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Klaim Joe Biden Gagal Bujuk Israel Penjajah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X