Korea Utara Teror ‘Para Pembelot’ di Korea Selatan

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Sabtu, 4 Mei 2024 | 00:02 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi salam kepada pasukan artileri Korea Utara. (Tangkapan video YouTube AP/KCNA)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi salam kepada pasukan artileri Korea Utara. (Tangkapan video YouTube AP/KCNA)

SENAYANPOST - Pada Jumat 3 Mei 2024, Badan Intelijen Korea Selatan (National Intelligence Service - NIS) menuding Korea Utara sedang merencanakan serangan teror yang menargetkan pejabat dan warga Seoul di luar negeri, sehingga kementerian luar negeri Korsel meningkatkan tingkat kewaspadaan untuk 5 misi diplomatiknya, yaitu kedutaan besar di Kamboja, Laos, Vietnam serta konsulatnya di kota pelabuhan Rusia Vladivostok dan Kota Shenyang di Cina.

NIS menjelaskan bahwa terjadi gelombang pembelotan warga elit Korea Utara yang terjebak di luar negeri selama pandemik covid dan mereka menghindari kembali ke Korea Utara karena “skeptis” terhadap rezim tersebut.

Korea Utara menganggap pembelotan sebagai kejahatan serius dan memberikan hukuman berat kepada pelanggar, keluarga mereka, dan bahkan orang-orang yang terkait dengan insiden tersebut.

NIS menjelaskan bahwa Korea Utara mungkin merencanakan pembalasan terhadap staf kedutaan Korea Selatan dengan alasan terlibat pada pembelotan tersebut.

Menurut kementerian unifikasi Korsel, tercatat 196 pembelot Korea Utara tiba di Korea Selatan pada 2023, dan sekitar 10 di antaranya berasal dari kalangan elit Korut, seperti diplomat.

Korut dicurigai berada di balik pembunuhan seorang konsul Korea Selatan di Vladivostok pada 1996, yang diserang dan dibunuh oleh penyerang tak dikenal. Konsul tersebut, yang juga seorang agen intelijen, aktif memantau aktivitas terlarang Korut termasuk perdagangan narkoba dan produksi uang kertas palsu.

Korut juga melancarkan upaya pembunuhan pada 1983, ketika sebuah bom meledak di mausoleum Yangon, Myanmar saat kunjungan Presiden Korea Selatan saat itu, Chun Doo-hwan yang berhasil selamat tetapi 21 orang tewas termasuk beberapa menteri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X