SENAYANPOST - Amerika Serikat (AS) belum lama ini mengonfirmasi syahidnya Marwan Issa, salah satu orang penting di Hamas.
Menurut Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, Marwan Issa yang diyakini sebagai orang ketiga terpenting Hamas, syahid di Gaza akibat bombardir Israel penjajah.
Sementara itu, sampai artikel ini dimuat, Hamas belum menanggapi berita terkait status Marwan Issa di Gaza.
Marwan Issa adalah wakil komandan sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al Qassam.
"Orang nomor tiga Hamas, Marwan Issa, tewas dalam operasi Israel pekan lalu," kata Sullivan dalam konferensi pers di Gedung Putih pada 19 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Baca Juga: Fatah Kritik Hamas soal Operasi Militer Badai Al Aqsa 7 Oktober 2023 di Gaza
"Para pemimpin tertinggi lainnya bersembunyi, kemungkinan besar berada jauh di dalam jaringan terowongan Hamas, dan keadilan juga akan datang bagi mereka. Kami membantu memastikan hal itu," lanjutnya.
Sullivan mencatat bahwa Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membahas operasi militer Israel di Gaza selama percakapan telepon mereka pada hari Senin.
Netanyahu 'menekankan' komitmennya yang mendalam untuk memastikan keamanan jangka panjang Israel dan menegaskan bahwa Israel mempunyai hak untuk mengejar Hamas, pelaku pembantaian terburuk terhadap orang-orang Yahudi sejak Holocaust.
"Israel telah membuat kemajuan signifikan dalam melawan Hamas. Mereka telah menghancurkan sejumlah besar batalyon Hamas dan membunuh ribuan pejuang Hamas termasuk komandan seniornya," tambah Sullivan.
Baca Juga: Hamas Kirim Rincian Proposal Terbaru Gencatan Senjata di Gaza, Israel Penjajah Tolak Mentah-mentah
Ucapannya disampaikan sehari setelah Kepala Staf IDF Letjen Herzi Halevi mengatakan Hamas berusaha menyembunyikan nasib Issa.
"Kami memulai operasi ini setelah berhari-hari melakukan perencanaan yang rumit, menciptakan kondisi operasional, dan mengumpulkan intelijen yang memadai. Ini merupakan pencapaian yang sangat penting bagi IDF. Sebuah kemampuan yang telah kami bangun selama bertahun-tahun bersama dengan Shin Bet, kombinasi intelijen berkualitas tinggi dan tembakan tepat dari Angkatan Udara, yang memungkinkan eliminasi pejabat senior di bawah tanah," kata Halevi pada konferensi pers.
"Serangan ini merupakan wujud kemampuan IDF dalam menjangkau tempat paling kompleks, pada waktu yang tepat, dan dengan presisi tinggi. Kami akan melanjutkan upaya untuk menghilangkan pejabat senior. Ini adalah tujuan utama perang," kata Halevi.
Artikel Terkait
Penjajah Israel 'Ogah-ogahan' Gencatan Senjata di Gaza, Ismail Haniyeh Sebut Hamas Siap Capai Kesepakatan
Petinggi Senior Hamas Marwan Issa Dikabarkan Syahid di Gaza, Ini Kata Pejabat Militer Israel
Hamas Bantah Klaim Al Arabiya soal Gencatan Senjata di Gaza dengan Penjajah Israel
Hamas Kirim Rincian Proposal Terbaru Gencatan Senjata di Gaza, Israel Penjajah Tolak Mentah-mentah
Fatah Kritik Hamas soal Operasi Militer Badai Al Aqsa 7 Oktober 2023 di Gaza