Makin Genting, Abu Ubaidah Ungkap Kondisi Warga Israel yang Jadi Tawanan Hamas

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 18 Februari 2024 | 20:17 WIB
Juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaidah ungkap kondisi warga Israel yang jadi tawanan Brigade Al Qassam. (t.me/qassambrigades)
Juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaidah ungkap kondisi warga Israel yang jadi tawanan Brigade Al Qassam. (t.me/qassambrigades)

SENAYANPOST - Abu Ubaidah, juru bicara sayap militer Hamas ungkap kondisi warga Israel yang jadi tawanan Brigade Al Qassam baru-baru ini.

Di tengah gempuran tentara penjajah Israel, Abu Ubaidah mengungkapkan bahwa kondisi para tawanan berada dalam keadaan genting.

Seperti yang sudah terjadi sebelumnya, para tawanan yang merupakan warga Israel itu bisa saja jadi korban kebrutalan tentaranya sendiri.

Selain itu, Abu Ubaidah juga menegaskan bahwa pejuang Palestina masih memberikan perlawanan terhadap penjajah Israel.

"Kami di Brigade Al Qassam mengkonfirmasi bahwa mujahidin kami di semua wilayah serangan dan agresi Zionis di utara, tengah dan selatan Jalur Gaza sedang melakukan pertempuran heroik menggunakan taktik yang berbeda dengan senjata yang sesuai berdasarkan ukuran pasukan," kata Abu Ubaidah dalam konferensi persnya pada 16 Februari 2024, sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari akun resmi Telegram Hamas.

Baca Juga: Hari ke-133 Perang di Palestina, Abu Ubaidah Sebut Operasi Badai Al Aqsa Ungkap Aib dan Kekalahan Israel

"Di mana jenis senjata dan sifat serangan ditentukan dalam setiap operasi, hal ini menyebabkan kerugian tertentu di antara pasukan musuh," tambahnya.

Juru Bicara Brigade Al Qassam juga menegaskan bahwa penjajah Israel mencapai tujuan militer yang palsu.

Diperkirakan lebih dari lima ratusan tentara penjajah Israel tewas dalam pertempuran Badai Al Aqsa ini.

"Pendudukan mengklaim telah mencapai prestasi yang diharapkan di lapangan dan terus mengumumkan penghancuran brigade militer yang imajiner," ungkapnya.

Selain itu, penjajah Israel juga menghadapi konflik internal di kabinet perangnya di tengah perang ini.

Sebagian menginginkan Netanyahu untuk segera mengakhiri perang agar bisa mengembalikan tawanan yang disandera Hamas.

Baca Juga: Hamas Kecam Keras Invasi Darat Penjajah Israel Renggut Lebih 100 Warga Palestina di Rafah

"Musuh yang terpecah belah, berkonflik, dan dilanda krisis ini tidak dipercaya oleh teman-teman terdekatnya, bahkan tidak dipercaya oleh teman-teman terdekatnya, sekutu-sekutunya, dan tidak dapat meyakinkan pendengarnya, terlepas dari semua kebohongannya, bahwa ia telah menang, sedang menang, atau sedang mencapai tujuannya," bebernya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Hamas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X