SENAYANPOST - Terkait gencatan senjata, Hamas belum lama ini dikonfirmasi sedang mempelajari tawaran Israel untuk melakukannya dalam tiga tahap di Gaza, Palestina.
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh mengonfirmasi pada Selasa bahwa pihaknya sedang mempelajari tawaran tersebut yang diketahui disepakati di Paris, Prancis.
Kesepakatan itu diketahui untuk menghentikan perang dan pertukaran tahanan Israel dan Palestina.
Haniyeh mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok tersebut terbuka untuk mendiskusikan inisiatif atau ide apa pun yang serius dan praktis.
"Asalkan hal tersebut mengarah pada penghentian agresi secara komprehensif," kata Ismail Haniyeh pada 30 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.
Hamas juga mengatakan bahwa rencana tersebut harus memastikan penarikan penuh pasukan pendudukan dari Jalur Gaza.
Haniyeh telah menerima undangan ke Kairo untuk mencapai visi terpadu dalam perjanjian kerangka kerja tersebut.
Gencatan Senjata dalam Tiga Fase
Dalam pernyataan lainnya, Hamas mengatakan proposal tersebut melibatkan tiga tahap.
Rencana tersebut telah dikirim ke Gaza untuk meminta pendapat para pemimpin Hamas di sana.
"Pimpinan Hamas akan bertemu untuk membahas makalah tersebut dan menyampaikan pendapat akhir mengenai hal tersebut," bunyi pernyataan itu.
Baca Juga: Hamas Tampaknya Tolak Usulan Israel untuk Tukar Tawanan, Ingin Gencatan Senjata Permanen
Sumber mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa tahap pertama akan terdiri dari penghentian pertempuran dan pembebasan sandera lansia, perempuan sipil, dan anak-anak.
Artikel Terkait
Cuma Rusak 20 Persen, Israel Gagal Hancurkan Terowongan Hamas di Palestina
Negara Barat Ramai-ramai Tangguhkan Pendanaan UNRWA ke Palestina, Hamas: Mereka Terlibat dalam Perang
Tentara Zionis Israel Terus Bombardir Palestina di Gaza, Hamas Kirim Rentetan Roket ke Tel Aviv
Hamas Tampaknya Tolak Usulan Israel untuk Tukar Tawanan, Ingin Gencatan Senjata Permanen
Hamas dan Jihad Islam Palestina soal Gencatan Senjata: Kami Ingin Jaminan Arab dan Dunia Internasional