SENAYANPOST - Menyusul ditariknya pasukan IDF di Jalur Gaza utara, polisi Hamas kembali menguasai daerah tersebut.
Terlihat polisi Hamas berseragam berjalan di jalan-jalan Kota Gaza yang seharusnya diduduki tentara IDF.
Penting untuk dipahami bahwa kembalinya kekuasaan sipil oleh Hamas membahayakan semua pencapaian militer yang diraih IDF selama pertempuran yang berlangsung hampir empat bulan ini.
Tampaknya pemerintahan sipil Hamas memang berakar kuat di Jalur Gaza sehingga setelah Staf Umum IDF mengurangi pasukan di wilayah tertentu, pasukan sipil Hamas kembali ke sana.
Kepemimpinan Hamas tidak berniat melepaskan kendali sipil atas Jalur Gaza dan di mana pun pasukan IDF mundur, mereka akan kembali berkuasa.
Baca Juga: Hamas Desak ICC Minta Tanggung Jawab Israel atas Kejahatan Perang di Palestina
Haim Ramon, seorang jurnalis Israel mengatakan bahwa Jalur Gaza merupakan sebuah awal dari pemulihan kendali militer di sana.
"Jalur Gaza merupakan sebuah langkah awal menuju pemulihan kendali militer Hamas di sana. Terlebih lagi, di kedua elemen pemerintahan di Jalur Gaza, pemerintahan tersebut dilayani oleh elit Hamas," kata Haim Ramon pada 26 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Maariv.
Kenyataannya adalah bahwa dalam sebuah keluarga agen Hamas, ada satu saudara laki-laki yang berperan.
Nohba, saudara laki-laki lainnya adalah petugas di polisi Gaza, saudara laki-laki ketiga bertanggung jawab atas infrastruktur air di Khan Yunis, dan saudara perempuannya bertanggung jawab tentang sistem keperawatan di Rafah
Oleh karena itu, jika Israel tidak membongkar kendali sipil atas Hamas, maka pencapaian pembongkaran kendali militer organisasi tersebut di Jalur Gaza, sebuah pencapaian yang harus dicapai oleh tentara IDF yang menumpahkan banyak darah, tidak akan bertahan.
Baca Juga: Sayap Militer Hamas Rilis Detail Operasi Kamp Maghazi yang Tewaskan 21 Tentara IDF
Lalu apa saja pilihan yang ada di hadapan Israel dalam isu pemerintahan sipil?
Ada pihak-pihak dalam sistem politik yang menginginkan Israel menjalankan pemerintahan permanen di Jalur Gaza dari sudut pandang sipil dan militer.
Artikel Terkait
Israel Punya Sistem Keamanan dan Militer Paling Canggih, Hamas: Tak Mampu Lindungi Mereka Sendiri
Kronologi Tewasnya 21 Tentara IDF oleh Sayap Militer Hamas di Hari ke-109 Perang
Hamas Tolak Usulan Israel Gencatan Senjata 2 Bulan, Minta Zionis Bebaskan Ribuan Tahanan di Yerusalem
111 Hari Agresi Israel ke Gaza, Hamas Sebut Tak Akan Ada yang Berakhir Bahagia
Sayap Militer Hamas Rilis Detail Operasi Kamp Maghazi yang Tewaskan 21 Tentara IDF