Prof. Dr. Atip Latipulhayat, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Padjadjaran, Bandung, menyatakan argumen Afsel melaporkan aksi genosida bangsa Palestina oleh Israel cukup kuat. Ini karena Israel telah merusak eksistensi bangsa Palestina secara signifi kan dengan melakukan pembersihan ras dan etnis Palestina.
Baca Juga: Jelang Pemilu, Ikhwanul Muslimin Yordan Diduga Korupsi Donasi untuk Gaza Palestina
"Tindakan Israel ini telah memenuhi syarat yang paling fundamental untuk suatu aksi yang dikategorikan sebagai genosida. Yakni penghancuran sebagian besar kelompok bangsa, ras, dan etnis Palestina," ujar doktor hukum internasional dari Monash University, Autralia itu.
Menurut Prof. Atip, Afsel berpeluang besar memenangkan kasus ini di ICJ, mengingat tindakan Israel di Gaza telah memenuhi unsur pokok sebagai tindakan genosida. Namun, Prof. Atip pesimis ICJ mampu mengeksekusi keputusannya. Penyebabnya, pihak yang dihukum, yaitu Israel, mendapat dukungan penuh dua negara besar, Amerika dan Inggris yang punya hak veto di Dewan Keamanan PBB.
Meski demikian, jika tuduhan Afsel terhadap Israel yang melakukan aksi genosida itu terbukti benar di ICJ, rakyat Palestina punya kekuatan moral untuk melakukan "perang diplomasi" di lembaga-lembaga internasional. Terbukti sejak Afsel mengadukan Israel ke ICJ, Meksiko dan Chile, misalnya, mendukung dan mengajukan hal yang sama.
Meksiko dan Chile minta ICJ melakukan penyelidikan serius atas aksi genosida terhadap bangsa Palestina oleh Israel. Di Amerika pun, aksi mendukung Palestina makin luas. Presiden Joe Biden mendapat kritikan keras dari warga AS Pro-Palestina karena sikap Gedung Putih yang selalu mendukung Israel.
Baca Juga: 111 Hari Agresi Israel ke Gaza, Hamas Sebut Tak Akan Ada yang Berakhir Bahagia
Di pihak lain, akibat tuduhan genosida tersebut, boikot terhadap produk-produk Israel, makin luas di dunia. Secara diplomatik, Israel pun mulai terkucil. Negara-negara Eropa Barat (minus Inggris) dan Skandinavia, kini terang-terangan mendukung Palestina dan mengucilkan Israel.
Kita sebagai manusia beradab, berharap dunia menghukum Israel. Jika tidak mampu menghentikannya secara militer, kita bisa melakukannya dengan memboikot produk-produk Israel serta afiliasi dan jaringan ekonominya.***
Artikel Terkait
Israel Punya Sistem Keamanan dan Militer Paling Canggih, Hamas: Tak Mampu Lindungi Mereka Sendiri
Indonesia Serukan Dunia Internasional Agar Stop Pasok Senjata ke Israel: Tidak Ada Negara yang Kebal Hukum
Hamas Tolak Usulan Israel Gencatan Senjata 2 Bulan, Minta Zionis Bebaskan Ribuan Tahanan di Yerusalem
Indonesia dan Diplomat Lainnya Walk Out Saat Dubes Israel Bicara di Dewan Keamanan PBB
ICJ Umumkan Tanggapan Kasus Kejahatan Genosida Israel Minggu Ini, Menlu Afrika Selatan Bakal Hadir
111 Hari Agresi Israel ke Gaza, Hamas Sebut Tak Akan Ada yang Berakhir Bahagia
Keberadaannya Misterius, Yahya Sinwar Disebut-sebut Selangkah Lebih Maju dari Israel