SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan bahwa Indonesia tetap akan bersama-sama berjuang dengan rakyat Palestina.
Dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB, Indonesia menyerukan kepada dunia internasional untuk menghentikan pasokan senjata ke Israel.
Menurut Indonesia, senjata yang dipasok untuk Israel tersebut bisa digunakan untuk membunuh rakyat Palestina.
Dalam kesempatan itu juga, Indonesia menekankan dua hal lainnya, yaitu pengiriman bantuan kemanusiaan dan menjadikan Palestina sebagai anggota tetap PBB.
"Untuk itu dalam pernyataan saya tekankan pentingnya tiga hal. Pertama, pentingnya gencatan senjata segera dan permanen. Ini akan menjadi game changer untuk segala hal," kata Retno Marsudi pada 23 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari YouTube MoFA Indonesia.
Ini akan memberikan ruang untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza dan solusi dua negara.
"Kedua, Palestina harus segera diterima sebagai anggota penuh PBB. Ini penting agar dapat segera dimulai proses yang adil dan seimbang antara dua negara dan mencegah adanya kekejaman lebih lanjut oleh Israel," tegasnya.
Dengan begitu, posisi Palestina dan Israel akan menjadi setara untuk menyelesaikan konflik di antara keduanya.
Terakhir, Indonesia menyerukan agar menghentikan pasokan senjata ke Israel.
Sebagaimana diketahui, Israel mendapat pasokan senjata cukup banyak dari sekutunya, Amerika Serikat (AS).
"Ketiga, menghentikan pasokan senjata ke Israel. Setiap senjata yang dikirim ke Israel dapat digunakan untuk membunuh rakyat sipil yang tidak bersalah," jelasnya.
Baca Juga: 108 Hari Perang, Lebih dari 25.000 Orang Syahid di Gaza Akibat Kampanye Genosida Israel
Indonesia juga menuntut tanggung jawab atas kekejaman Israel di Palestina, baik itu di Gaza dan Tepi Barat.
Artikel Terkait
100 Hari Genosida Israel di Gaza, Abu Ubaidah Juru Bicara Brigade Al Qassam Sebut Ratusan Perwira IDF Tewas!
KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 Siap Berlayar ke Gaza, Kasal: Tinggal Tunggu Izin Mesir
100 Hari Agresi Israel ke Gaza, Abu Ubaidah Sebut Kelompok Perlawanan Bakal Perluas Operasi Badai Al Aqsa
108 Hari Perang, Lebih dari 25.000 Orang Syahid di Gaza Akibat Kampanye Genosida Israel
Indonesia Desak Dewan Keamanan PBB Ambil Tindakan di Gaza: Apa 25 Ribu Nyawa Melayang Terlalu Sedikit?