SENAYANPOST - Sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam merilis kronologi tewasnya 21 tentara Israel Defense Force (IDF) dalam satu serangan yang mengejutkan banyak pihak.
Serangan tersebut terjadi tepatnya di hari ke-109 perang antara Israel dan Palestina di Kamp Maghazi, Jalur Gaza Tengah pada Selasa, 23 Januari 2024.
Bisa dibilang, serangan tersebut merupakan pukulan yang besar bagi penjajah Israel selama tiga bulan terakhir ini melawan kelompok Perlawanan Palestina.
"Brigade Al-Qassam terus, selama 109 hari berturut-turut, menghadapi pasukan Zionis yang melakukan penetrasi ke beberapa front, yang sejauh ini mengakibatkan terbunuhnya 556 perwira dan tentara serta melukai lebih dari 2.689 lainnya menurut pengakuan tentara musuh, dan lebih dari 6.400 terluka menurut laporan rumah sakit Zionis," bunyi rilis resmi Brigade Al Qassam pada 23 Januari 2024 sebagaimana dikutip SenayanPost.com.
Selain menghancurkan seluruh atau sebagian ratusan kendaraan, sayap militer Hamas juga terus mengebom situs dan pemukiman musuh di Jalur Gaza, dan menghancurkannya konsentrasi militer di berbagai wilayah serangan.
Baca Juga: Operasi Badai Al Aqsa: Hamas Targetkan Tentara IDF, Sempat Akui Lakukan Kesalahan Ini
Sejak hari pertama tanggal 7 Oktober, Brigade Al Qassam mampu membunuh ratusan tentara dan menangkap sekitar 250 Zionis.
Sementara itu, rudal Qassam menghantam Bandara Ben Gurion, Ashkelon, Ashdod, blok-blok tersebut, dan lainnya dengan salvo rudal yang besar, dalam rangka operasi Pertempuran Badai Al Aqsa, yang dilancarkan atas perintah Komandan Staf Qassam, untuk membela Al-Aqsa dan tempat-tempat suci, dan sebagai tanggapan atas seruan para wanita Yerusalem dan Al-Aqsa.
Pada hari ini, Selasa, 11 Rajab 1445 H, bertepatan dengan tanggal 23 Januari 2024 M, media militer memuat sejumlah komunikasi militer tentang berbagai operasi jihad yang dilakukan Mujahidin Al-Qassam, yang bervariasi antara terlibat bentrokan sengit dengan Zionis.
Dalam rilisnya ini, pasukan pejuang meledakkan alat peledak anti-personil dan anti-kendaraan, dan menargetkan dengan rudal Al-Yassin 105, senjata anti-armor, dan menghancurkan konsentrasi musuh dengan mortir.
"Mujahidin kami mengkonfirmasi kehancuran dan kerusakan sejumlah kendaraan di berbagai sektor perang," lanjut pernyataan tersebut.
"Setelah menargetkan dan menghancurkan tank, pasukan penyelamat berusaha Zionisme menarik tank dari lokasi sasaran, namun mujahidin kami menghadapi mereka dan mencegah mereka maju ke arah kendaraan tank dengan beberapa rudal dan menghancurkannya sepenuhnya, termasuk semua yang ada di dalamnya,"
Juru bicara tentara pendudukan Israel, Daniel Hagari kemudian mengumumkan bahwa 3 tentara telah tewas dalam pertempuran yang sedang berlangsung di Jalur Gaza selatan.
Artikel Terkait
Benjamin Netanyahu Tolak Mentah-mentah Gencatan Senjata dengan Hamas dan Bebaskan Tawanan, Ini Alasannya
Hamas Klaim Tewaskan 21 Orang Lebih Tentara IDF dalam Satu Serangan, Daniel Hagari: Sejauh yang Kami Tahu..
Israel Tawarkan Gencatan Senjata 2 Bulan ke Hamas untuk Evakuasi 136 Tawanan
Alasan Hamas Lancarkan Operasi Badai Al Aqsa dengan Kelompok Pejuang Palestina Lainnya, Salah Satunya Gegara Penjajahan Israel
Operasi Badai Al Aqsa: Hamas Targetkan Tentara IDF, Sempat Akui Lakukan Kesalahan Ini