SENAYANPOST - Brigade Al Qassam yang merupakan sayap militer Hamas umumkan tewasnya 21 orang lebih tentara Israel Defense Force (IDF) dalam sebuah serangan.
Pengumuman sayap militer Hamas ini juga dikonfirmasi oleh juru bicara IDF, Daniel Hagari baru-baru ini.
21 orang atau lebih tentara IDF tersebut tewas di daerah Gaza Tengah, dekat komunitas perbatasan Kissufim.
Hagari mengatakan bahwa pasukan beroperasi sekitar 600 meter dari perbatasan dan menghancurkan bangunan Hamas.
"Sejauh yang kami tahu, sekitar pukul 4 sore, sebuah RPG ditembakkan oleh teroris ke tank yang mengamankan pasukan, dan secara bersamaan, terjadi ledakan di dua gedung berlantai dua. Bangunan-bangunan runtuh akibat ledakan ini, sementara sebagian besar pasukan berada di dalam dan di dekat bangunan tersebut," kata Daniel Hagari pada 23 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
Baca Juga: Intelijen AS Ungkap Perkiraan Jumlah Korban di Pihak Hamas Selama Perang dengan Israel
Hagari mengatakan ledakan itu kemungkinan besar disebabkan oleh ranjau yang ditanam tentara untuk menghancurkan bangunan, namun penyebab ledakan masih dalam penyelidikan.
Selama beberapa jam pasukan penyelamat bekerja untuk mengevakuasi korban dari bangunan yang runtuh.
IDF telah mengumumkan kematian 10 tentara. Hagari mengatakan 11 keluarga lainnya telah diberitahu, dan militer akan segera mengumumkan nama mereka.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan ini adalah pagi yang sulit dan menyakitkan setelah militer mengumumkan 21 tentara tewas dalam insiden di Jalur Gaza selatan kemarin.
Para prajurit tersebut tewas ketika dua bangunan runtuh akibat ledakan besar, dan sebuah tank tampaknya terkena RPG.
Baca Juga: Bukan 75 Tahun, Hamas Ungkap Perjuangan Panjang Rakyat Palestina Lawan Penjajahan
"Hati kami bersama keluarga tercinta di masa tersulit mereka," tulis Menhan Gallant.
"Ini adalah perang yang akan menentukan masa depan Israel selama beberapa dekade mendatang, jatuhnya tentara memaksa kita untuk mencapai tujuan pertempuran tersebut," lanjutnya.
Artikel Terkait
Benjamin Netanyahu Keukeuh Ingin Lenyapkan Hamas, Joe Biden Sudah Kehabisan Kesabaran
Hamas Tolak Solusi Dua Negara soal Israel dan Palestina, Amerika Serikat Justru Bilang Begini
Hamas Serukan Pasukan Keamanan Otoritas Palestina Angkat Senjata ke IDF
Sayap Militer Hamas Sergap 30 Tentara IDF, Kemungkinan Besar Tewas dan Luka-luka!
Bukan 75 Tahun, Hamas Ungkap Perjuangan Panjang Rakyat Palestina Lawan Penjajahan