Senada dengan pemerintah, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, memastikan pasokan energi untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri akan terpenuhi dengan baik.
“Stok untuk Ramadan dan Idulfitri aman. InsyaAllah bisa berjalan dengan baik. Itu menjadi kewajiban utama kami terlebih dahulu,” jelas Baron.
Baca Juga: Dukung Mudik Nyaman BUMN 2026, IFG Group Fasilitasi 25.304 Pemudik Pulang Kampung Gratis
Diversifikasi Impor dan Transisi Energi
Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah berencana mengalihkan sumber impor minyak mentah dari wilayah Timur Tengah ke negara lain seperti Amerika Serikat, Brasil, Nigeria, dan Australia untuk meminimalisir risiko gangguan pasokan.
“Kita akan mengonversi dari BBM kita, crude ya, minyak mentah dari Middle East, ke Amerika dan beberapa negara lain, seperti Nigeria, kemudian Brazil, Australia, dan beberapa negara lain,” terang Bahlil.
Selain itu, Presiden Prabowo telah menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi. Satgas ini bertugas mempercepat peralihan dari pembangkit listrik berbahan bakar diesel ke energi terbarukan, seperti panel surya dan panas bumi, dengan target implementasi optimal dalam tiga hingga empat tahun mendatang. *
Artikel Terkait
Veteran Kerajaan Tailan: Konflik AS dan Iran Bisa Picu Krisis Ekonomi Global hingga Goyahkan Timur Tengah
Mewaspadai Islamis Politis Kembali Bangkit di Tengah Krisis Timur Tengah
Eskalasi Perang AS-Iran: Pengamat Peringatkan Ancaman Krisis Energi dan Tekanan Fiskal bagi Indonesia
Iran Tuding AS Picu Krisis di Selat Hormuz, Jalur Energi Dunia di Ambang Risiko
Belajar dari Krisis 2022, APBN 2026 Diprediksi Tetap Aman Meski Harga Minyak Dunia Melonjak