Baca Juga: Dunia Waspada Perang Timur Tengah Usai Serangan AS dan Israel ke Iran
Sementara itu, Noviardi mencatat ekonomi Iran sendiri mengalami kehancuran berat dengan inflasi di atas 40 persen, depresiasi rial mendekati 95 persen, serta hilangnya pendapatan minyak ratusan miliar dolar akibat sanksi dan kerusakan infrastruktur.
Di pihak lain, Amerika Serikat juga menghadapi konsekuensi fiskal besar dengan beban perang yang berpotensi menambah utang nasionalnya yang telah melampaui US$35 triliun.
Untuk meredam risiko, Noviardi mendorong pemerintah mempercepat diversifikasi sumber energi, tidak hanya bergantung pada pasokan Timur Tengah, tetapi juga membuka kontrak jangka panjang dengan negara seperti Qatar, Arab Saudi, dan Australia.
Selain itu, penguatan cadangan devisa di atas US$150 miliar serta pemberian stimulus yang lebih terarah seperti bantuan langsung tunai energi bagi kelompok rentan dinilai menjadi langkah realistis. *
Artikel Terkait
Israel Klaim Serangan di Iran Menargetkan Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian
Iran Klaim Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, IRGC Luncurkan Operasi 'Janji Sejati 4'
Indonesia Serukan Dialog AS dan Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Mediasi ke Teheran
Dunia Waspada Perang Timur Tengah Usai Serangan AS dan Israel ke Iran
Pascaserangan Militer di Iran, KBRI Teheran Pastikan 329 WNI dalam Kondisi Aman