“Alhamdulillah, kalau dulu terlaporkan sampai dengan 10 Februari sekitar 397 kasus kejadian, issue, error terkait perubahan data. Sampai 6 Mei, kira-kira tinggal 18 kasus,” ungkap Suryo dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, pada 7 Mei 2025.
Meski jumlah kasus menurun, DJP masih menemukan celah keamanan dalam coretax. Hasil asesmen internal dan temuan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkap adanya kerentanan yang berpotensi disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab.
“Dari beberapa asesmen yang kami dapatkan, ada beberapa celah yang mesti ditutup. Alhamdulillah, so far sudah mulai kelihatan tertutup semua dan kami akan terus evaluasi kemungkinan celah-celah baru yang muncul,” tutur Suryo.
Baca Juga: Panglima TNI Sampaikan Permohonan Maaf Apabila HUT Ke-80 TNI Mengganggu Lalu Lintas
Pertaruhan Coretax sebagai Reformasi Pajak Digital
Dengan janji Purbaya memperbaiki sistem dalam sebulan, kini publik menanti realisasi langkah cepat tersebut.
Di sisi lain, Coretax yang diharapkan memperkuat basis data dan meningkatkan sistem perpajakan digital justru menjadi batu ujian besar di era Menkeu Purbaya.
Terlebih, apabila janji ini terpenuhi, maka berpotensi meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan digital Indonesia.
Kendati demikian, jika upaya Menkeu Purbaya ini gagal, maka proyek ambisius ini bisa semakin kehilangan kepercayaan di kalangan wajib pajak Tanah Air. ***
Artikel Terkait
Sistem Coretax Dibobol Asing, Penerimaan Pajak Menurun
Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi RI Balik Arah di Oktober dan Pulih Akhir 2025
Janji Anyar Menkeu Purbaya usai Umumkan Program Stimulus Ekonomi RI, dari Rp7 T untuk Bantuan Pangan hingga Perang Bunga Bank Minim
Cowboy Style ala Menkeu Purbaya, Gaya Santai sang Menteri Baru RI yang Justru Jadi Taruhan di Awal Masa Jabatan
Soal Pencairan Dana Rp200 Triliun ke Bank, dari Wanti-wanti KPK soal Kredit Fiktif hingga Jawaban Tegas Menkeu Purbaya