Semuel juga menjelaskan telah melakukan isolasi agar malware tersebut tidak menyebar ke sistem lain.
Masyarakat juga diminta untuk bersabar sambil menunggu hasil investigasi.
"Memang untuk yang masalah sekarang ini masih dilakukan investigasi, digital forensik, jadi proses, jadi sabar dulu," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, ransomware yang menyerang PDNS ini adalah varian terbaru.
Bukan hanya satu kali ini saja serangan siber menyerang situs pemerintahan.
Sebelumnya, hacker juga berhasil membobol data nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI).
"Ini namanya juga varian baru, kita juga berkoordinasi dengan berbagai organisasi, baik dalam maupun luar negeri mengenai serangan ransomware ini," pungkasnya.***