SENAYANPOST - Presiden Jokowi mengundang ketua umum partai politik, yang mendukung pemerintahannya di Istana Merdeka, Jakarta.
Menurut M Romahurmuziy, Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP pertemuan tersebut membahas upaya membentuk koalisi besar.
"Selain halalbihalal di tengah masih di bulan Syawal, pertemuan nanti malam yang rencananya dihadiri seluruh ketum-ketum parpol pendukung pemerintah minus NasDem, berpotensi mewujudkan koalisi besar dengan formasi Ganjar-Prabowo sebagai capres-cawapres," ungkap M Romahurmuziy, dikutip Rabu 3 April 2023.
Sementara itu Prabowo Subianto, Ketua Umum Partau Gerindra mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Jokowi dan 5 ketua umum partai politik.
Baca Juga: Bukan Air Soft Gun, Ternyata Ini Senjata yang Dipakai Pelaku Penembakan Kantor MUI Pusat
Salah satu pesan yang diungkapkan oleh Presiden Jokowi, adalah terkait perkembangan ekonomi Indonesia ke depan.
"Perkembangan terakhir di bidang ekonomi, ramalan semua negara besar, ramalan world bank, IMF, semua Indonesia bener-bener punya potensi bener-bener untuk menjadi negara maju," ungkap Prabowo Subianto, dikutip Senayan Post.
Prabowo Subianto menyebut, ekonomi Indonesia saat ini sudah di posisi ke-16 terbesar di dunia.
Ke depannya, sangat mungkin Indonesia menjadi negara dengan perekenomian keempat terbesar di dunia.
Baca Juga: Kelebihan Busi Iridium pada Kendaraan Baik Roda Empat maupun Roda Dua
"Sekarang kalau tidak salah GDP kita sudah 1,5 triliun, diperkirakan ekonomi kita sudah ke-16 terbesar dan diperkirakan kita sangat mungkin bisa menjadi ekonomi keempat terbesar di dunia kalau kita bisa pandai memanfaatkan keadaan. Jadi itu titipan beliau kepada kita-kita," pungkasnya.***