polhukam

Opini: Ganjar, Hadiah Idul Fitri?

Sabtu, 22 April 2023 | 18:45 WIB
Presiden Jokowi mengapresiasi penetapan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden. (Foto: YouTube PDIP)

Oleh: Imam Anshori Saleh, pemerhati sosial dan politik

SENAYANPOST - Setelah menghadapi berbagai hadangan, setelah banyak upaya penjegalan, setelah melalui penantian panjang, Ganjar Pranowo akhirnya dinyatakan sebagai calon wakil presiden oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, 21 April 2023, sehari menjelang Idul Fitri.

Banyak yang merasa lega, setelah melewati penantian panjang itu toh akhirnya kader terbaik PDIP dinyatakan resmi sebagai capres.

Mereka tak ragu lagi akan kepastian itu, ekspektasi besar mereka akhirnya kesampaian. Tapi ada juga yang dongkol, mereka adalah yang sebelumnya tak menghendaki Ganjar Pranowo (GP) menjadi kandidat jang bakal menduduki singgasana kepresidenan.

Mereka masih menginginkan (setidaknya berharap) trah Soekarno bakal menggantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI, mereka tidak menyadari bahwa rakyat berhak mempunyai pilihan lain.

Baca Juga: Opini: Idul Fitri dalam Perspektif Ekonomi dan Keadilan Sosial

Mereka, para "penghadang" GP berupaya mengorbitkan Puan Maharani (PM), putri Megawati dan juga cucu Bung Karno, founding father Republik ini. Lewat berbagai gerakan penggalangan opini, melalui pemasangan baliho, aroma sang putri mahkota disebar merata di seantero nusantara.

Juga lewat aksi penaburan cacian dan cenderung fitnahan terhadap GP. Walhasil aneka hadangan itu tak mampu menahan laju GP untuk terus maju.

Barangkali Megawati sengaja menikmati "persaingan" antara dua kader PDIP itu, antara GP dan PM. Pada akhirnya politisi senior itu realistis PM mesti minggir.

Bisa juga Megawati sengaja membiarkan GP terus berjuang membuktikan diri sebagai kader terbaik yang loyal dan memiliki elektabilitas tinggi.

Baca Juga: Teori One Piece: Empat Yonko Bakal Pegang Tiga Road Poneglyph yang Sama, Bagaimana Bisa?

Sekaligus menguji seberapa besar "harga jual" PM di mata rakyat. Hasil berbagai survei menbuktikan Ganjar yang berkibar jauh lebih unggul dari elektabilitas PM. Ya sudah Bismillah, deklarasi dilakukan.

Bagi Megawati, ini mengulang peristiwa satu dasawarsa yang lalu, ketika kader PDIP menghendaki dirinya maju lagi berlaga sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.

Tapi Mega melihat ada kadernya, Joko Widodo, yang lebih berpeluang menjadi kandidat.

Halaman:

Tags

Terkini