SENAYANPOST - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 2025.
Tidak hanya itu, Mahfud juga membahas soal beban politik hukum yang berkaitan dengan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Menurut Mahfud, KPK dalam setahun terakhir belum bekerja secara maksimal.
Beberapa perkara yang sempat ramai justru berjalan lambat dan perlahan menghilang dari sorotan publik.
Mahfud mencontohkan kasus dugaan korupsi kuota haji, serta sejumlah perkara lama yang telah lama terdaftar namun belum juga dibawa ke pengadilan.
“Banyak yang mandek, ujung pangkalnya tidak jelas,” kata Mahfud MD pada 2 Desember 2026, dikutip SenayanPost.com dari YouTube Mahfud MD Official.
Di sisi lain, Mahfud tetap mengapresiasi operasi tangkap tangan yang menjerat sejumlah kepala daerah dan aparat penegak hukum di daerah.
Meski begitu, ia mengingatkan, pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada level tersebut.
"Jika politik hukum hanya berani menyasar aktor lapis bawah, maka pesan keadilan akan terasa timpang," tutur Mahfud.
Dalam hal ini, Mahfud menjelaskan, publik akan terus bertanya mengapa kasus besar dengan nilai dan dampak luas justru sulit disentuh.
Eks Menko Polhukam itu kemudian menyoroti kasus pagar laut yang sempat ramai dan dijanjikan akan diusut hingga ke akar.