polhukam

Ratas dengan Prabowo, Prasetyo Hadi Sebut soal Pembatasan Game Online Imbas Insiden Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading

Senin, 10 November 2025 | 19:07 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi sampaikan pesan Presiden Prabowo terkait insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta. (Instagram.com/@kemensetneg.ri)

SENAYANPOST - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri hingga Kapolri untuk rapat terbatas (ratas) di Kertanegara pada Minggu sore, 9 November 2025.

Salah satu yang dibahas dalam ratas tersebut, kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi adalah insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta.

"Beliau menyampaikan terima kasih karena penanganan terhadap korban cukup cepat, sangat cepat. Kemudian pengamanan di TKP, penyelidikan, dan sebagainya juga menggali informasi sangat cepat," ujar Mensesneg Prasetyo Hadi kepada awak media usai bertemu dengan Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo Ingatkan soal Kepedulian Sosial

Prasetyo juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menyebut insiden di SMAN 72 Jakarta sebagai sebuah peringatan.

Baca Juga: Kapolri Pastikan Terduga Pelaku Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading adalah Siswa, Polisi Dalami Motif dan Paparan Ideologi

"Tadi beliau menyampaikan memang kita perlu menumbuhkan kembali kepedulian sosial, menghidupkan kembali kehidupan bermasyarakat kembali," ucapnya.

"Beliau membahas bagaimana Karang Taruna harus aktif kembali, Pramuka aktif kembali. Kalau lingkungan sekolah, bagaimana para guru dan tenaga pendidik harus lebih aware atau perhatian mana kala ada sesuatu yang dirasa mencurigakan," jelasnya.

Upaya Pembatasan Game Online dan Pengaruhnya

Prasetyo kemudian membeberkan bahwa Prabowo memberi perhatian tentang upaya pembatasan dan meminimalisir pengaruh dari game online.

"Karena tidak menutup kemungkinan game online ini ada beberapa yang di situ ada yang kurang baik, yang mungkin itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan. Cukup lengkap," imbuhnya.

Baca Juga: Pelaku Insiden Ledakan Misterius di SMAN 72 Kelapa Gading Diduga Berusia 17 Tahun, Picu Ancaman Serius Pengaruh Medsos bagi Anak

"Misalnya contoh PUBG gitu, misalnya. Kan di situ juga mungkin kita berpikirnya ada pembatasan-pembatasan karena di situ jenis-jenis senjata mudah dipelajari, lebih berbahaya lagi secara psikologis terbiasa melakukan yang namanya kekerasan sebagai sesuatu yang biasa aja," jelasnya.

Saat disinggung mengenai adanya dugaan bullying, Prasetyo mengingatkan untuk menghindari hal-hal yang kurang baik.

Halaman:

Tags

Terkini