SENAYANPOST - Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan fakta baru terkait insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta belum lama ini.
Berdasarkan hasil penyelidikan, terduga pelaku membawa tujuh bahan peledak saat insiden terjadi.
Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana memastikan 4 dari 7 peledak itu meledak di 2 lokasi.
"Sedangkan 3 lainnya tidak meledak," ujar Eka Wardhana dalam pernyataan resminya, pada Minggu, 9 November 2025.
Eka Wardhana menjelaskan, seluruh bahan peledak yang tidak meledak sudah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
"Bahan peledak yang tidak meledak telah disita untuk penyelidikan," ungkapnya, tanpa menjelaskan secara rinci jenis bahan peledak yang digunakan.
Kapolri Dalami Dugaan Paparan Medsos
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat mengonfirmasi pelaku merupakan siswa aktif SMAN 72 Jakarta.
Polri kini tengah menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara pelaku dengan paparan konten ekstrem di media sosial maupun latar belakang pribadi yang mendorong aksinya.
"Itu menjadi bagian yang kita dalami," ujar Sigit kepada awak media di RSIJ Cempaka Putih, Jakarta, pada Sabtu, 8 November 2025.
"(Diselidiki) apakah dia ikut paham tertentu, terpapar suatu konten, atau hal-hal lain yang membuat dia tertarik," tambahnya.
Kapolri juga menyebut penyidik masih menelusuri berbagai motif di balik tindakan pelaku, termasuk kabar bahwa yang bersangkutan mengalami perundungan di sekolah.