Isu ini berhasil dipolitisasi lawan politiknya.
Baca Juga: Lirik Lagu Muda Mudi Jakarta, Ardhito Pramono feat Amel Carla, Baru Rilis!
Sementara itu, ia menilai pasangan Pramono-Rano lebih disiplin saat berkampanye dan saat membangun narasinya.
"Kondisi ini ditambah dengan kedekatan Pramono secara pribadi dengan Jokowi maupun Prabowo sehingga sel-sel politik keduanya juga tampaknya tidak dilepas untuk menghancurkan pilar-pilar politik Pramono," ungkapnya.
Umam juga menilai bahwa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sudah tepat menunjuk Pramono untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.
"Ini menegaskan strategi Ketua Umum PDIP memasang Pramono di Jakarta sangatlah tepat," katanya.
Umam menilai pasangan nomor urut 3 itu berhasil jadi kuda hitam yang unggul dari pasangan RIDO.
Baca Juga: Dharma Pongrekun soal Banjir Jakarta: Itu Hadiah dari Tuhan
Hasil penghitungan suara juga memberikan dukungan positif terhadap PDI Perjuangan.
Sampai berita ini dibuat, berbagai lembaga survei sudah merilis hasil quick count untuk Pilkada Jakarta 2024.
Dari Indikator menunjukkan bahwa Pramono-Rano memperoleh 49,87 persen, RIDO 39,53 persen, dan terakhir Dharma-Kun 10,61 persen.
Kemudian Charta Politika menunjukkan hasil yang kurang lebih sama.
Pramono-Rano unggul dengan 50,15 persen suara, disusul dengan RIDO 39,25 persen, dan terakhir Dharma-Kun 10,17 persen.***