"Jika sudah diperbaiki manajemen baru dilakukan evaluasi sehingga dapat diketahui faktor apa saja yang menyebabkan persoalan ini," jelasnya.
Baca Juga: One Piece: Mengenal Dewa Matahari Elbaf, Sama dengan Sun God Nika?
Dengan begitu, Pemprov DKI tidak akan membuang-buang anggaran untuk hal yang kurang penting.
"Jangan mengeluarkan anggaran tapi belum tahu faktor mana saja yang menjadi penyebab kemacetan," jelasnya.
Kemudian cagub nomor urut 3, Pramono Anung mengatakan bahwa ia ingin membaskan 15 golongan agar bisa naik Transjakarta secara gratis.
15 golongan tersebut adalah ASN di Pemprov DKI, pemilik Kartu Jakarta Pintar, penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa), tim penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Baca Juga: AM Hendropriyono Kembali Tegaskan Pentingnya Angkatan Siber pada TNI, Ini Alasannya
Selanjutnya, Pramono juga mengungkapkan rencana untuk membuat Transjabodetabek untuk mengurai kemacetan.
Hal ini disebabkan karena ke depannya Jakarta masuk dalam kawasan aglomerasi Jabodetabekjur.
"Transjakarta tidak cukup untuk mengatasi persoalan macet di Jakarta. Aglomerasi telah ada maka yang harus dilakukan adalah Transjabodetabek," jelas Pramono.***