Mush’ab Muqoddas, Lc
Pimpinan Redaksi Senayan Post
Pada Kamis 14 Maret 2024 kemarin, digelar pemutaran film Eksil yang digelar oleh komunitas Naalr Muda Nusantara di salah satu bioskop kawasan Blok M Jakarta. Pembedahnya adalah mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Prof Dr M Mahfud MD yang merupakan calon wakil presiden pasangan calon presiden Ganjar Pranowo.
Film tersebut membahas nasib para pelajar Indonesia pada dekade 1960an yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri dan tidak kembali ke Indonesia karena dituduh terkait dengan komunisme oleh rezim Orde Baru. Mereka adalah anak-anak yang cerdas di masanya yang mendapatkan beasiswa dan kesempatan belajar di luar negeri, khususnya di Uni Soviet atau Eropa Timur.
Prof Mahfud menceritakan bahwa salah satu pelajar Indonesia tersebut adalah mendiang Presiden Prof Dr Eng BJ Habibie yang pada tahun 1974 dipanggil pulang oleh Presiden Suharto. Ternyata, keduanya memiliki kedekatan kekeluargaan yang erat karena ibunda dari Presiden Habibie merupakan salah satu putri Kraton Solo begitu juga istri Presiden Suharto Ibu Tien Suharto.
Prof Salim Said yang pernah menjabat duta besar Indonesia di Ceko pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mendapatkan tugas khusus untuk berkomunikasi dengan mereka yang sudah berketurunan di negeri tempat mereka belajar khususnya di Eropa Timur. Mereka adalah diaspora Indonesia yang memiliki potensi membangun negeri di masa depan.
Prof Mahfud dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia di masa Presiden Joko Widodo berusaha menyelesaikan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dengan menyelesaikan permasalahan-permasalahan para korban melalui pemberian bantuan sosial dan bantuan ekonomi.