"Saya kira dua-duanya (diundang dan mengundang), tidak perlu siapa yang undang, siapa yang (diundang), nggak perlu," ujarnya.
Menurutnya, yang terpenting adalah adanya pertemuan dengan Surya Paloh yang sebelumnya mengusung capres dan cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Terlebih lagi sebelum kontestasi Pemilu 2024 hubungan keduanya dikabarkan 'renggang'.
"Yang penting memang ada pertemuan dan itu akan sangat bermanfaat bagi perpolitikan kita, bagi negara, saya kira yang paling penting itu," jelasnya.
Baca Juga: Mahfud MD Lega Usai Mengundurkan Diri dari Kabinet Jokowi: Saya Merasa Plong
Sementara itu, terkait diundang dan mengundang, Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana mengatakan bahwa pertemuan itu bermula dari permohonan Paloh untuk bertemu dengan Jokowi.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Minggu malam di Istana Merdeka, Jakarta.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem, Hermawi Taslim mengatakan bahwa Paloh mendatangi Istana Merdeka untuk memenuhi undangan makan malam dari Jokowi.
Hermawi menegaskan bahwa kedatangan Paloh hanya untuk memenuhi undangan, bukan meminta waktu secara khusus untuk bertemu.***