SENAYANPOST - Calon presiden (Capres) nomor urut satu, Anies Baswedan menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah menganggarkan sebanyak Rp700 triliun untuk membeli alutsista bekas.
Hal ini disampaikan Anies dalam acara debat capres yang berlangsung pada MInggu, 7 Januari 2023 di Istora Senayan, Jakarta.
Sebelum itu, mari kita cek fakta terkait klaim Anies Baswedan mengenai anggaran belanja Kemenhan untuk membeli alutsista ini.
Anies mengatakan bahwa Kemenhan telah menganggarkan uang yang cukup besar untuk membeli alutsista bekas.
Baca Juga: Alasan Hizbullah Serang Pangkalan Militer Israel Meron, Punya Peran Strategis?
"Sebuah ironi karena itu kita ingin mengembalikan dan Rp700 triliun anggaran Kemenhan tidak bisa mempertahankan itu, justru digunakan untuk membeli alat-alat alutsista yang bekas," ujar Anies.
Ia mengatakan bahwa anggaran yang cukup besar itu dikeluarkan di mana banyak tentara yang tidak memiliki rumah dinas.
"Di saat lebih dari separuh tentara kita tidak memiliki rumah dinas," tambahnya.
Benarkah apa yang dikatakan Anies dalam debat capres tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.
Baca Juga: PERTAHANAN, KEAMANAN, HUBUNGAN INTERNASIONAL, DAN GEOPOLITIK
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Antara, dalam data Kementerian Keuangan, anggaran Kemenhan pada periode 2020-2024 mencapai Rp692,92 triliun.
Dari anggaran tersebut, tidak hanya dialokasikan untuk membeli alutsista bekas, namun digunakan juga untuk kesejahteraan prajurit, riset, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Lebih lanjut, Kemenhan berencana membeli 12 jet tempur Mirage 2000-5 bekas yang diproduksi oleh Czechoslovak Group (CSG) dari Qatar.
Sayangnya, rencana tersebut dinyatakan batal atau ditunda pada Januari 2024.