Ojol Akan Melakukan Aksi Demo Besar-Besaran, untuk Memperjuangkan Tiga Tuntutan

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Selasa, 22 April 2025 | 08:10 WIB
Demo Ojol
Demo Ojol

SENAYANPOST - Asosiasi ojek online alias ojol Garda Indonesia, berencaba akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kawasan Jakarta, pada bulan depan.

Menurut Raden Igun Wicaksono, Ketua Umum (Ketum) Garda Indonesia mengungkapkan, aksi demo besar-besaran ini merupakan aksi lanjutan dari demo-demo sebelumnya.

Bedanya, kali ini aksi tak lagi berlangsung damai. Sebab, tujuannya agar pemerintah dan aplikator lebih mau mendengar tuntutan para pengemudi ojol.

"Tidak ada lagi aksi damai aplikator, cepu aplikator dan komunitas binaan aplikator, wajib kita lawan dan perangi!" ujar Raden Igun Wicaksono melalui keterangan resminya.

Baca Juga: Kegembiraan Ojol Rayakan Lebaran di Istana Negara dengan Presiden Prabowo Subianto

Agenda tersebut sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari, minimal sebelum hari raya Lebaran.

Lebih lanjut, Raden ingin Wicaksono mengungkapkan, aksi keras bulan depan bisa meyakinkan pemerintah dan perusahaan ojol untuk mendengar seluruh tuntutan yang disampaikan 'pasukan jaket hijau'.

"Seluruh ojol pejuang kibarkan panji-panji perang dapat melawan aplikator zalim, melawan ojol antek-antek aplikator, melawan ojol-ojol penjilat aplikator, tandai mereka para antek dan penjilat aplikator, wajib dibasmi!," bebernya.

Lebih jauh, Raden Igun Wicaksono menegaskan, ada tiga tuntutan yang akan disampaikan pada aksi keras bulan depan, yakni payung hukum untuk ojol, revisi potongan aplikasi dari yang semula 40 persen menjadi hanya 10 persen, kemudian menghapus seluruh skema tarif murah seperti aceng atau slot.

Baca Juga: Para Pengemudi Ojek Online Sambut Gembira Bonus Hari Raya: Baru di Era Presiden Prabowo Kami Dikasih BHR

Sebenarnya, ketiga tuntutan itu masih sama seperti demo-demo sebelumnya. Namun, karena belum ada tindakan hingga sekarang, Garda Indonesia bersama gabungan ojol se-Indonesia menggelar aksi yang lebih masif dan tak mau bersifat damai.

"Garda Indonesia melawan arogansi korporat asing, aplikator asing beserta antek-anteknya, (termasuk) oknum intelijen hitam kaki tangan aplikator asing," kata dia.

Seperti diketahui, pada Agustus 2022 silam, Garda Indonesia telah melayangkan surat kepada Joko Widodo (Jokowi) yang masih menjabat sebagai Presiden RI. Selain itu, mereka juga menyampaikan dokumen yang sama ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Surat tersebut berisi permintaan agar pemerintah membatalkan Keputusan Menhub Nomor KP 564 tahun 2022. Aturan tersebut mengatur tentang tarif baru ojek online yang hanya naik di wilayah Jabodetabek. Hal itu dianggap tak adil untuk mitra di luar Jabodetabek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Cara Federal Oil Edukasi Konsumennya Soal Produk Asli

Jumat, 10 Oktober 2025 | 15:04 WIB
X