SENAYANPOST - Perusahaan otomotif BYD melakukan pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat, pabrik tersebut digadang-gadang akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Dalam keterangan yang disampaikan Badan dan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pabrik BYD di Indonesia ini akan menjadi pabrik otomotif terbesar di ASEAN.
Saat ini, luas lahan pabrik BYD adalah 108 hektare (Ha), dan telah memutuskan pengembangan serta penambahan baru menjadi 126 Ha.
"Pembangunan pabrik BYD di Indonesia nantinya merupakan salah satu yang tercepat, karena sebelumnya untuk membuat pabrik mobil listrik di China dan di Thailand membutuhkan waktu 10-16 bulan. Namun jika didukung pemerintah, kami yakin bisa menyelesaikan pembangunan pabrik dan memulai produksi komersial pada awal 2026," ungkap Liu Xueliang, General Manager BYD Asia-Pacific, dikutip dari keterangan resmi.
Baca Juga: Ini Harga Termahal Mobil Listrik BYD yang Diumumkan di IIMS 2024
Rencananya BYD Indonesia akan menambah kapasitas produksi dari yang awalnya 150.000 unit per tahun. Kemudian terbuka untuk pengembangan fasilitas baterai dan kendaraan jenis Plug In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) premium di awal tahun depan.
Disebutkan penambahan kapasitas produksi ini rencananya akan menambah total tenaga kerja dari sebelumnya 8.700 orang menjadi 18.814 orang. Pembangunan pabrik ini ditargetkan akan memulai produksi komersialnya pada awal 2026.
Fasilitas produksi mobil listrik BYD dibangun di area Fase 2 Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Bahkan kabarnya, BYD menggelontorkan investasi hingga Rp 11,7 triliun.
Kawasan industri Subang Smartpolitan terintegrasi dengan berbagai infrastruktur strategis nasional. Lokasi ini diklaim mudah untuk diakses melalui Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di KM 89 yang sedang dalam tahap pengembangan.
Baca Juga: Simak Harga Mobil Listrik April 2025 di Indonesia, dari Rp180 Jutaan Hingga Miliaran Rupiah
Selain itu, kawasan juga dekat dengan Jalan Tol Akses Patimban yang langsung terhubung ke Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, dan Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan menuju Jakarta, Bandung, dan kota-kota lain di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Seperti diketahui, Indonesia bukan yang pertama menjadi basis produksi, sebab BYD telah membuka pabrik pertamanya di kawasan Asia Tenggara, yakni Thailand.
Dikutip dari Nationthailand, pabrik BYD di Rayong mencakup area seluas lebih dari 948.000 meter persegi dan mencakup empat tahap produksi: penempaan, pengelasan, pengecatan, dan perakitan
Di sisi lain, pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan maksimum 150.000 unit, termasuk model-model seperti Dolphin, Atto 3, Seal, dan Sealion 6. Selain itu juga memiliki kemampuan untuk memproduksi komponen-komponen utama seperti baterai dan sistem transmisi daya.
Artikel Terkait
Tips Perjalanan Mudik Lebaran 2023 dengan Mobil Listrik, Jangan Khawatir Kehabisan Baterai!
Subsidi Mobil Listrik Dikritik Anies Baswedan, Luhut: Suruh Dia Datangi Saya
Ini Fasilitas yang Diberikan Hyundai sebagai Mobil Listrik yang Dipakai oleh Para Delegasi KTT ASEAN
Opini: Pertambangan Nikel, Mobil Listrik, dan Pencemaran Lingkungan
Ini Harga Termahal Mobil Listrik BYD yang Diumumkan di IIMS 2024
Simak Harga Mobil Listrik April 2025 di Indonesia, dari Rp180 Jutaan Hingga Miliaran Rupiah