nasional

Opini: Tentang Wahabisme, Digusur di Saudi Arabia, Tumbuh di Indonesia

Selasa, 8 Agustus 2023 | 10:20 WIB
Dosen Fakultas Syariah UIN Surakarta Dr. Abdul Aziz, M.Ag mengulas tentang Wahabisme yang berasal dari Arab Saudi dan visi dari MBS. (SenayanPost.com)

Kata MBS hadist Mutawatir adalah super strong dan harus kita ikuti. Namun jumlah hadis mutawatir hanya sekitar 100-an.

Baca Juga: Bareskrim Polri Tetapkan Eks Dirut Jakpro Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan GPON

Sedangkan hadist ahad adalah hadist yang didengar oleh seseorang dari Rasulullah dan selanjutnya disampaikan secara berantai dari orang perorang hingga sampai pada periwayat hadist. Atau sekelompok kecil orang mendengar pernyataan Rasulullah, lalu sekelompok orang menyampaikannya kepada sekelompok orang lain hingga sampai pada periwayatnya.

Menurut MBS, kita harus mempelajari hadist Ahad ini apakah itu benar, apakah itu sesuai dengan al-Qur’an, apakah itu sesuai dengan hadist Mutawatir, atau sesuai untuk kepentingan orang atau kelompok itu tadi.

Adapun hadist khabar keotentikannya harus diteliti serius Sebab rantai periwayat atau sanadnya ada yang hilang, diragukan, atau tidak diketahui. Masalahnya, jumlah hadist dalam kategori ini, kata MBS, banyak sekali. Banyak hadist kategori ini ditulis untuk kepentingan kelompok tertentu.

MBS mengambil inisiatif projek ini karena dia mengerti bahwa banyak penggunaan hadist-hadist untuk dalil terorisme dan tindakan ekstrim lainnya. MBS menekankan proyek ini harus dilakukan agar tidak ada lagi penggunaan hadist-hadist, terutama yang masuk dalam kategori akhbar, untuk kepentingan tertentu yang menyulut social division atau polarisasi sosial di kalangan masyarakat Saudi.

Karenanya, jika proyek dokumentasi hadist oleh MBS ini berhasil, maka mereka yang pertama kali terkena adalah kalangan Wahabi di Saudi sendiri. Proyek MBS ini semacam proyek pensahihan hadist yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan modernitas, ilmu pengetahuan baru, dan bukti-bukti terbaru (Syafiq Hasyim, 2023).

Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Guncang Miss Universe Indonesia 2023

Dari gambaran di atas, jelas terlihat KAS saat ini tengah menggusur ajaran Wahabi yang dianggapnya merugikan Islam, baik di tingkat lokal maupun global.
Wahabisme dianggap sudah tidak kompatibel lagi dengan zaman baru yang tengah diusung MBS melalui Saudi Visi 2030-nya.

KAS tengah menggusur Wahabisme. Tapi anehnya, di Indonesia, tokoh-tokoh ulama tertentu rajin sekali menanamkan ideologi Wahabi. Bahkan kelompok ini berhasil mendirikan partai politik dan wakilnya kini berada di Senayan.

Sungguh, ini ironi besar. Paham Wahabi tengah didelet di Saudi Arabia. Tapi anehnya ditumbuhkan di Indonesia.

Mencermati cerita MBS di atas, apakah pemerintah Indonesia juga perlu meniru langkah Kerajaan Saudi -- mendelet Wahabisme dari bumi pertiwi? PBNU sudah melakukannya!***

Halaman:

Tags

Terkini