Walhasil Rocky Gerung harus siap menghadari ruang pengadilan yang kaku dan menegangkan nanti.
Baca Juga: Agensi Konfirmasi Rencana Wajib Militer Lee Do Hyun: Fanmeeting ‘The Beginning’ Jadi yang Terakhir
Kembali kepada problem etika dan pidana. Dalam kasus Rocky Gerung, masalah etika ini ternyata bertautan dengan pidana.
Rocky Gerung tampaknya kurang peka, ketika mengucapkan kata bajingan tolol dan bajingan pengecut, masa relawan dan pendukung Jokowi akan bangkit.
Mereka bangkit dengan logika rasional, karena apa yang dituduhkan Rocky Gerung bertentangan dengan fakta. Rocky mungkin masih "selamat" dari jeratan hukum ketika berujar kitab suci adalah fiksi.
Tapi kali ini, Rocky Gerung tidak bisa menghindari kejaran hukum tadi. Karena keberhasilan Presiden membangun Indonesia bukan fiksi. Tapi fakta yang sulit diingkari.***