Buku, pinjam kata-kata Albert Einstein adalah tempat berlabuhnya imajinasi. Dan imajinasi, ujar penemu hukum relativitas fisika kuantum itu, lebih tinggi dari sains, sebab sains muncul dari imajinasi.
Baca Juga: Jelang MotoGP Indonesia 2023, Hotel di Mandalika Mulai Penuh Disewa
Buku adalah panggung pameran imajinasi itu, karena melalui buku imajinasi dibaca orang dan mengendap dalam pikiran manusia. Untuk kemudian teraktualisasi menjadi realitas melalui sains dan teknologi.
Nah, jadi tutupnya toko buku Gunung Agung, Toga Mas, dan toko buku lainnya bukan karena minat baca publik berkurang dan ekonomi perbukuan sedang tenggelam, tapi hal itu terjadi karena dunia sedang mengalami transformasi digital yang radikal.
Pesan transformasi itu: siapa yang bergerak dan menyesuaikan diri akan survive, yang diam dan berhenti melakukan inovasi, akan tergusur sendiri. Habis!***