nasional

Opini: Di Era Ganyang Malaysia Sukarno Pernah Mengundurkan Diri

Kamis, 4 Mei 2023 | 19:58 WIB
Potret Soekarno sedang berpidato. (YouTube.com/@KIKY KHOTO.)

Oleh: Guntur Soekarno, Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI / Pemerhati Sosial

SENAYANPOST - Sebagai seorang pemimpin besar revolusi sebenarnya Bung Karno tidak menentang pembentukan Federasi Malaysia, yang sebenarnya di inisiasi oleh Inggris dalam mempertahankan dominasi politik terutama ekonominya di kawasan Asia Tenggara.

Bung Karno menyetujui pembentukan Federasi Malaysia asalkan berdasarkan kesepakatan Manila (Manila agreement) yang telah disepakati oleh Presiden Sukarno, Presiden Diosdado Macapagal dan Tunku Abdul Rahman.

Garis besar isinya adalah federasi Malaysia dibentuk berdasarkan hasil jajak pendapat rakyat-rakyat Singapura, Sabah serta Sarawak Brunei di kawasan Kalimantan Utara.

Kesepakatan tersebut menjadi berantakan, karena secara sepihak sudah barang tentu atas desakan Inggris Tunku Abdul Rahman menyatakan, terbentuknya Federasi Malaysia tanpa melakukan jajak pendapat rakyat di kawasan yang telah disepakati sesuai dengan Manila Agreement.

Baca Juga: Yudo Andreawan Tersangka Kasus Penganiayaan Dikirim ke Rumah Sakit Jiwa, Begini Penjelasan Polda Metro Jaya

Hal inilah yang memicu ke berangan Sukarno dari Indonesia juga Macapagal dari Filipina.

Secara baik-baik Sukarno masih berusaha agar Tunku Abdul Rahman mau merevisi keputusan tersebut, dengan melakukan terlebih dahulu jajak pendapat rakyat-rakyat Singapura, Sabah, Sarawak, Brunei di Kalimantan Utara.

Ternyata itikad baik dari Sukarno tersebut, tidak mendapatkan tanggapan yang sewajarnya dari pihak Tunku Abdul Rahman.

Sebenarnya adanya pemikiran pembentukan Federasi Malaysia sudah diketahui oleh Sukarno, maksudnya tidak lain tidak bukan adalah untuk mengembalikan kolonialisme Belanda di Indonesia yang sudah dicoba namun berkali-kali gagal.

Baca Juga: Ayah David Bongkar Tabiat Mario Dandy cs, Sebut Pucat Pasi setelah Sempat Main Gitar di Polsek Pesanggrahan

Incaran utama mereka sebenarnya adalah Irian Barat yang terlepas dari kekuasaan mereka, mengingat pulau tersebut merupakan pulau yang terkaya akan bahan-bahan baku. Terbukti dengan jalan baik tidak berhasil Sukarno dengan tegas dan keras melakukan politik konfrontasi terhadap Federasi Malaysia.

Dengan Dwi komando rakyat yang berisi
1. Perhebat ketahanan atas Revolusi Indonesia
2. Bantu perjuangan Revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Serawak Sabah dan Brunei untuk memerdekakan diri dan menggagalkan pembentukan negara boneka.

Indonesia dalam hal ini melakukan penyusunan kekuasaan dan kekuatan untuk menghadapi federasi Malaysia, dalam melaksanakan perang urat saraf atas perintah Pemimpin Besar Revolusi, 2 anggota pilihan KKO (Korps Komando Operasi) Angkatan Laut merembes masuk ke Singapura anggota Federasi untuk melakukan sabotase-sabotase di sana.

Halaman:

Tags

Terkini